Minggu, 26 April 2015

CONTOH PENGUMPULAN DATA DENGAN TEKNIK WAWANCARA


      Salah satu metode pengumpulan data adalah dengan jalan wawancara, yaitu mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden. Cara inilah yang banyak dilakukan di Indonesia belakangan ini.
      Wawancara merupakan salah satu bagian terpenting dari setiap survey. Tanpa wawancara, peneliti akan kehilangan informasi yang hanya dapat diperoleh dengan jalan bertanya langsung kepada responden. Data semacam itu merupakan tulang punggung suatu penelitian survey.

1. Pengertian Wawancara

      Teknik wawancara adalah teknik pengumpulan data primer dari para pihak yang dijadikan informan penelitian. Teknik wawancara dilakukan dengan mempersiapkan terlebih dahulu Pedoman Wawancara. Pedoman wawancara tersebut berisi pokok-pokok pertanyaan terbuka untuk diajukan kepada para informan penelitian. Pokok-pokok pertanyaan (leading questions) yang dimaksud adalah berikut :
a. Pertanyaan mengenai kepentingan yang terpengaruhi oleh kebijakan Bantuan Operasional Sekolah;
b. Pertanyaan mengenai jenis manfaat yang dihasilkan dari pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah;
c. Pertanyaan mengenai derajat perubahan yang diinginkan dari pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah;
d. Pertanyaan mengenai kedudukan pembuat kebijakan dalam pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah;
e. Pertanyaan mengenai siapa pelaksana program Bantuan Operasional Sekolah;
f. Pertanyaan mengenai sumber daya yang dikerahkan dalam pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah;
g. Pertanyaan mengenai kekuasaan dalam pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah;
h. Pertanyaan mengenai kepentingan dan strategi aktor yang terlibat dalam pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah;
i. Pertanyaan mengenai karakteristik lembaga dan penguasa pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah; dan
j. Pertanyaan mengenai kepatuhan dan daya tanggap para pengelola Bantuan Operasional Sekolah.

2. Jenis & Contoh Wawancara

    Sebagaimana metode lainnya yang digunakan pada penumpulan data, metode wawancara dibedakan berdasarkan cara pengadministrasiannya menjadi wawancara pribadi (Lerbin, 2007). Wawancara pribadi dapat dilakukan di rumah subjek, melalui komputer, dan di tempat perbelanjaan. Wawancara yang dilakukan di tempat perbelanjaan itu sering disebut wawancara mall intercept.


  • Contoh wawancara pribadi
Pewawancara(P): Apakah Anda sudah pernah merasakan donat J.Co?
Subjek(S) : Sudah pernah.
P : Bagaimana pendapat Anda tentang cita rasa donat tersebut?]
S : Menurut saya donat tersebut enak, empuk, tidak terlalu manis, dan jenisnya beraneka ragam.
P : Seberapa sering Anda mengkonsumsi donat tersebut?
S : Sekitar tiga minggu sekali.
P : Kapan terakhir kali Anda mengkonsumsinya?
S : Dua minggu yang lalu.

    Berdasarkan strukturnya, wawancara dibedakan menjadi wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Pada wawancara terstruktur, hal-hal yang akan ditanyakan telah terstruktur, telah ditetapkan sebelumnya secara rinci. Pada wawancara tak terstruktur, hal-hal yang akan ditanyakan belum ditetapkan secara rinci. Rincian dari topik pertanyaan pada wawancara yang tak terstruktur disesuaikan dengan pelaksanaan wawancara di lapangan.


  • Contoh wawancara terstruktur
P : Apakah Anda mengetahui tentang peristiwa kebakaran yang terjadi di komplek pertokoan ini yang baru terjadi kemarin?
S : Iya
P : Kapan peristiwa kebakaran tersebut terjadi?
S : Sekitar pukul 20.30 WIB.
P : Di mana Anda berada saat kebakaran terjadi?
S : Saya berada di dalam toko saya yang berjarak 300m dari kebakaran tersebut.
P : Bagaimana tindakan Anda begitu mengetahui peristiwa tersebut?
S :Langsung menelpon petugas pemadam kebakaran dan menyelamatkan berkas-berkas penting serta barang berharga lainnya.
·         Contoh wawancara tidak terstruktur:
P : Apakah Anda mengetahui akan tawuran antar pelajar SMA yang baru saja terjadi di kota ini?
S : Iya
P : Anda mengetahui peristiwa tersebut dari mana?
S : Dari teman saya.
P : Apakah teman Anda melihat langsung kejadian tersebut?
S : Iya, ia sedang melintas daerah tersebut saat tawuran terjadi.
P : Apakah teman Anda ketakutan ketika melihat peristiwa tersebut atau malah mendekat ke lokasi?
S : Ia malah mendekat ke lokasi dan sempat mengambil beberapa foto kejadian tersebut.


Sumber :


JENIS & CONTOH KUTIPAN

     Kutipan merupakan suatu bagian dari pernyataan, statement , atau penelitian yang telah dilakukan oleh penulis/peneliti lainmaupun penulis/peneliti sendiri yang telah dipublikasikanatau didokumentasikan. Bila anda membuat artikel, opini, jurnalatau penelitian yang bersifat ilmiah. Maka, anda terkadang harusmengambil kutipan dari orang lain maupun kutipan dari tulisanyang pernah anda tulis.
  1. Jenis-Jenis Kutipan.
  •       Kutipan langsung
Kutipan langsung (direct quotation) adalah kutipan hasil penelitian, hasil karya,atau pendapat orang lain yang penyajiannya sama persis dengan teks aslinya(yang dikutip). Dalam merujuk sumber kutipan di teks utama, sebutkanreferensinya dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, dan nomorhalamannya.a. Jika jumlah kata kutipan tidak lebih dari tiga baris, kutipan tersebut diketik dengan jarak dua spasi dan diberi tanda petik.b. Jika jumlah kata kutipan lebih dari tiga baris, kutipan diketik pada garis baru, sejajardengan awal alinea baru, berjarak satu spasi, dan tanpa tanda petik.
  • Kutipan tidak langsung 
Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan hasil penelitian,hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teksaslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat penulis/peneliti sendiri.Dalam pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomorhalaman atau tanpa nomor halaman.Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua cara dalammengutip secara tidak langsung. Pertama, dengan meringkas, menyimpulkan,atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain.

2.      Contoh Kutipan


  •  Contoh kutipan langsung
“Pustaka Java berisi ribuan (lebih dari 5000) kelas beraneka ragam keampuhan. Kekayaan ini merupakan kandungan tersembunyi bahwa penggunaannya dapat menghemat ratusan jam kerja. Keampuhan ini hanya dapat dimanfaatkan bila kita rajin mencoba. Sebelum membuat solusi sendiri, coba eksplorasi pustaka bahasa, mungkin telah diselesaikan” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 37-38).

  • Contoh kutipan tidak langsung
Penulisan dengan identasi merupakan konvensi penulisan yang bagus untuk diikuti. Identasi berarti memberi iden setiap menemui blok baru pada blok-blok yang berbeda. Identasi adalah gaya penulisan program bukan bagian bahasa secara teknis, sehingga digunakan untuk memperjelas pembacaan program oleh pemrogram, bukan oleh kompilator. Kompilator menghasilkan keluaran yang sama meski tanpa identasi. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 174)


Sumber :