Tampilkan postingan dengan label My Mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Mind. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 September 2014

FANFIC : I LOVE MY LECTURE (PART 1)




I LOVE MY LECTURE
by : Elsa Vitri

Main cast :
-          Oh Sehun
-          Oh Hayoung

Cast :
-          D.O
-          Lee Dong Hae
-          Yuri (Kakak Sehun)

       Pagi itu terasa sejuk karena musim semi mulai datang di kota Seoul. Sehun yang baru saja bangun dari tidur nyenyaknya itu mulai berjalan menuju meja makan di lantai dasar rumahnya dengan nyawa yang belum terkumpul. Kakaknya, Yuri yang sedari tadi sudah menunggu Sehun di meja makan sedang mengolesi roti untuk dirinya dan Sehun.
“Sehun-ah, apa kau sudah mencuci muka dan menggosok gigi?” tanya Yuri yang sudah tau jawaban Sehun yaitu belum.
“Aniyo.” Jawab Sehun dengan lemas.
“Yaa...kau ini benar-benar, aku ingin bicara sesuatu padamu.”
“Wae?” Sehun mengambil sebuah apel dari mangkuk buah di dekatnya.
“Sehun-ah, berapa umurmu?” Yuri menggigit roti yang sudah diolesi selai coklat.
“23 tahun, wae?” jawab Sehun dengan heran.
“Yaa Sehun-ah, tahun ini aku minta kau untuk melanjutkan study mu ke perguruan tinggi, sudah sedikit lama jangka waktumu tidak melanjutkan study semenjak kau lulus dari SMA karena kau memilih untuk berkarir”
“Mwo? Kau ingin aku masuk ke perguruan tinggi tahun ini?” tanya Sehun dengan kaget yang sedang menggigit sebuah apel .
“Ne. Kau ingat pesan Appa saat dia akan pergi meninggalkan kita untuk selamanya saat itu?” Jawab Yuri sambil melihat Sehun dengan air muka sangat meminta.
“Noona, kau kan juga telat melanjutkan study sarjanamu, kenapa kau memintaku untuk segera melakukan itu?”
“Sehun-ah, kau ini seorang laki-laki yang membutuhkan pendidikan tinggi untuk keluargamu nanti, anak-anakmu juga harus dididik dari seorang ayah yang tidak terkenal saja tapi pintar dan cerdas juga.”
“Arasso, tapi kenapa harus tahun ini? Aku ingin melanjutkan study perguruan tinggiku sekitar 1 atau 2 tahun lagi.”
“Aku mau tahun ini karena aku tahu idol group-mu sedang tidak comeback, bukan?, dan apabila kau undur lagi nanti kau mulai memasukki umur-umur untuk melaksanakan wajib militermu.”
“Tapi...noona?”
“Agensimu pun sudah memberikan izin apabila kau ingin melanjutkan study perguruan tinggimu, kan?” suara Yuri yang mulai sedikit keras membuat Sehun tak tahu harus membalas dengan kata-kata apa pada noona-nya itu.
“Bukan kah kemarin kau bilang salah satu member idol grup-mu ada yang ingin melanjutkan study perguruan tingginya juga sebelum dia dapat surat panggilan untuk wamil?”
“Ne. D.O hyung.” Sehun menjawab dengan malas sambil menyeruput segelas susu.
“Kau bisa masuk perguruan tinggi yang sama dengan D.O.” Jawab Yuri sambil menyeruput secangkir kopi.
“Ne. Johayo.” Jawab Sehun dengan malas sambil meninggalkan Yuri sendiri.

***

“Hyung, apa kau yakin memilih universitas ini?” Tanya Sehun sambil melihat sekeliling keadaan kampus yang pagi  itu Sehun dan D.O datangi.
“Ne. Banyak artis agensi kita yang lulusan dari universitas ini.” Jawab D.O sambil menutup pintu mobil. Pagi itu D.O dan Sehun mengunjungi universitas yang akan mereka pilih untuk study perguruan tinggi dengan ditemani seorang manajer dari agensinya.
“Apa kau sudah mengisi form pendaftarannya?” Tanya D.O pada Sehun.
“Form? Oh ne. Sudah.” Jawab Sehun sambil mengingat-ingat apa dia sudah mengisi apa belum form pendaftaran universitas yang D.O berikan di dorm tampat mereka latihan siang kemarin.
“Oke...Kajaaa tarawa.” Ajak D.O sambil meletakkan tangannya di leher Sehun dan segera mengajak Sehun pergi.
“Hyung... apa kau yakin tidak ada wartawan atau sasaeng yang mengikuti kita kan?” tanya Sehun sambil melihat kanan kiri.
“Ani. Aku rasa tidak ada.” Jawab D.O dengan percaya diri.

***

       Langit pagi itu sangat cerah di perguruan tinggi Dongguk. Sehun dan D.O mulai menyandang status barunya sebagai mahasiswa di Universitas Dongguk. Jepretan kamera dari para wartawan mulai menyoroti Sehun dan D.O yang berjalan di koridor kampus.
“ Sehun-ssi, D.O-ssi, apakah ini hari pertama kalian belajar di universitas ini? Dan bagaimana perasaan kalian sebagai seorang mahasiswa?” tanya seorang wartawan laki-laki.
“Ne. Aku dan Sehun merasa sangat senang bisa melanjutkan lagi study kami.” Jawab D.O sambil memberikan senyuman dari bibirnya yang berbentuk hati.
“Apakah agensi kalian mengizinkan kaliah untuk pergi kuliah?” Tanya lagi wartawan laki-laki tersebut.
“Ye. Agensi kita sudah memberikan izin pada kita untuk pergi kuliah.” Jawab sehun.
“Apakah kalian sudah menemukan teman disini? Apa kalian akan terus-terusan berdua saja dan tidak bergaul dengan siapa-siapa sampai kalian lulus?” tanya seorang wartawan wanita yang sedari tadi ingin bertanya. Sehun dan D.O pun tiba-tiba saling menatap dan memutar otak agar mereka bisa menjawab pertanyaan dari wartawan wanita tersebut.
“ Ne. Kita sudah punya teman kok disini.” Jawab Sehun dengan simple, dan D.O pun melihat Sehun dengan air muka yang bingung.
“Yaa! Yeojaaaa!” Tiba-tiba Sehun memanggil seorang perempuan cantik yang ingin memasuki gedung universitas. Dan perempuan itu pun seketika menengok ke arah Sehun dengan bingung karena disitu keadaannya sangat ramai sekali dan tidak seperti biasanya.
“Yaa! Kau perempuan yang ingin masuk ke dalam gedung, kau temanku kan?.” Teriak Sehun.
“Sehun-ah, siapa dia? Apa kau mengenalnya?” Tanya D.O pada Sehun yang semakin bingung, suasana apa ini? Dan Sehun pun hanya memberikan wink pada D.O.
Lalu Sehun berlari kearah perempuan yang dia panggil tadi yang sudah berhenti dengan muka sangat bingung.
“Nugu ya?” Tanya perempuan itu sambil mengernyitkan alis.
“Annyeong chinguuu hahaha.” Sehun tiba-tiba menyapa wanita tersebut sambil memeluk seperti selayaknya teman.
“mwo? Chingu?” tanya perempuan tersebut sambil menghela nafas.
Para wartawan pun segera mendekat ke arah Sehun dan perempuan yang dianggap Sehun teman tersebut. D.O yang hanya bisa melihat kelakuan aneh temannya tersebut pun hanya bisa menghela nafas.
“Sehun-ah. dihari pertama kau sudah buat masalah.” Ucap D.O dengan nada  pelan, lalu D.O berjalan ke arah Sehun.
“Chingu-ya mari kita pergi ke kelas bersama.” Ajak Sehun pada perempuan tak dikenal tersebut yang dia anggap teman sambil merangkul bahu wanita cantik tersebut, segera mereka Sehun meninggalkan para wartawan yang sedari tadi melontarkan pertanyaan tak menyenangkan.
“Nugu ya? Apa kita kenal?” tanya wanita itu sedikit agak kesal dan melepaskan tangan Sehun yang sedari merangkul dirinya saat di depan gedung universitas
“Gomawo, kau menyelamatkanku dari wartawan-wartawan yang menganggu itu, pasti kau senangkan mendapatkan pelukan dari member idol terkenal sepertiku. Annyeong semoga kita dapat bertemu lagi.” Ucap Sehun dengan senyum nakal lalu pergi meninggalkan perempuan tersebut dengan memberikan perempuan tersebut wink.
“Aisssh, jinja? .” jawab perempuan tersebut sambil menghela nafasnya.
“Cheosungamnida, maaf temanku memang suka berulah seperti itu, sekali lagi tolong maafkan temanku.” Ucap maaf D.O yang datang menyusul sambil membungkukkan badannya di depan perempuan tersebut, lalu pergi meninggalkan perempuan itu dan menyusul jejak Sehun.
“Aish jinja? Neo micheosso?.” Ucap perempuan tersebut pelan.

***

        Sehun dan D.O memasuki kelas pagi ini yaitu kelas matematika. Kelas tersebut pun menjadi gaduh sejak datangnya Sehun dan D.O, terutama para fan girl. Para fan girl di kelas tersebut sibuk dengan memulai paparazzi Sehun dan D.O dan adapula yang ingin mendekati Sehun dan D.O untuk fan signing, hanya saja mereka masih dijaga manager mereka selama dosen belum masuk kelas.
“AAAAAA Sehunnie sarangahaeeee.”
“Kyungsoo oppa gwiyopda, saranghamnida.”
“Pleaseee Sehun oppa D.O oppa selca with me.”
“waah Sehun ganteng banget.”
“Kyungsoo oppa juga keren.”
“Saranghae oppa mani mani saranghae.”
Terdengar suara fan girl yang sangat melengking di telinga Sehun dan D.O.
“Hyung, aku merasa tidak nyaman duduk di kelas ini, kenapa fan girl di sini selalu menatapku yang membuatku risih dan membuat telingaku sakit, apakah tidak bisa kita mendapatkan mata kuliah secara privat?” Keluh Sehun sambil mengambil headset dari dalam tasnya.
“Yaaa! Kau kata ini universitas nenek moyangmu, tetaplah bersikap sopan di depan fans-fans selama kau tidak ingin ditinggalkan oleh fans-mu, dan apa kau mau dapat tanggapan negatif dari para citizens dan netizens, eung?” Jawab D.O yang harus tetap bersikap friendly di depan fans-nya dalam kelas itu.
“huff..arasoyo.” jawab Sehun dengan malas sambil memasang headset ke telinganya.
Keadaan kelas matematika pagi itu pun tetap gaduh karena adanya Sehun dan D.O. Dosen belum ada tanda-tanda masuk ke dalam kelas mereka. 15 menit kemudian seorang perempuan cantik memasuki kelas mereka lalu berdiri di meja dosen dan memperkenalkan dirinya sebagai dosen matematika di kelas matematika pagi itu. Seketika suasana kelas berubah menjadi tenang dan damai.
“Annyeonghaseyo.” Sapa perempuan cantik itu sambil melontarkan senyum manis yang merekah di bibirnya.
“Annyeonghaseyo.” Seluruh mahasiswa di kelas pun menjawab sapa perempuan cantik.
“Bagaimana kabar kalian?” Tanya perempuan cantik itu pada seluruh mahasiswa yang ada dalam kelas matematika tersebut.
“Baikkk.” Mahasiswa serentak menjawab pertanyaan perempuan cantik itu.
“Perkenalkan namaku adalah Oh Hayoung, aku disini yang akan menjadi dosen matematika kalian.” Perempuan cantik itu memperkenalkan dirinya.
Sehun dan D.O pun saling melihat kaget setelah perempuan cantik itu memperkenalkan dirinya bahwa dia adalah dosen matematika
“Jadi dia dosen kita hyung? tidak mungkin.” Bisik Sehun pada D.O sambil mengernyitkan alisnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
D.O pun hanya membalas senyum yang bingung.
“Ini adalah tahun pertamaku mengajar menjadi seorang dosen setelah kelulusan study S3 ku.”
“Jadi kau sudah bergelar professor? Tapi kau masih muda bagaimana bisa kau menjadi seorang professor?”  Tiba-tiba ada seorang mahasiswa melontarkan pertanyaan pada Hayoung.
“Memangnya berapa usiamu sekarang? Apa kau melakukan operasi plastik agar terlihat lebih muda?” Sehun pun ikut melontarkan pertanyaan pada Hayoung.
“Usiaku 21 tahun, aku adalah siswa akselerasi sejak aku duduk di bangku sekolah dasar,  5 tahun aku belajar di bangku sekolah dasar, 2 tahun aku belajar di SMP, 2 tahun aku belajar di SMA.” Hayoung menjelaskan dengan santai tanpa merasa kesal karena telah diberikan pertanyaan yang sedikit menyerangnya.
“wooh! Daebak!.” Tiba-tiba ada mahasiswa di bangku depan yang memotong cerita Hayoung.
 “Setelah itu aku melanjutkan study ke perguruan tinggi, aku mengikuti program double deegree dimana aku hanya 4 tahun kuliah untuk mendapatkan gelar doktor, selanjutnya ayahku memintaku untuk melanjutkan study untuk meraih gelar professor, 20 tahun aku lulus dari sekolah S3, dan tahun ini aku memulai pekerjaan ku untuk menjadi seorang dosen matematika. Jadi apakah aku harus menunjukan seluruh ijazah ku kepada kalian sebagai bukti agar kalian bisa percaya padaku, eung?” Tanya Hayoung sambil menatap Sehun, yang seolah-olah pertanyaan itu hanya untuk Sehun.
“Apa kau sedang besar kepala?” tanya Sehun dengan pertanyaan yang menyerang lagi.
Hayoung menghela nafas kesal.
“Aku tidak sedang besar kepala, aku hanya menjawab pertanyaan kau saja agar kau percaya dan tidak memberikan pertanyaan yang menyerang padaku.” Jawab Hayoung sedikit kesal.
“Sehun-ah berhentilah memberikan pertanyaan seperti itu.” Tukas D.O
“oh arasso~” Jawab Sehun sambil tersenyum kecil seolah-olah dia bangga membuat emosi Hayoung sedikit menjadi sensitif.
“Okee...baiklah kita mulai saja kelas kita hari ini.” Ujar Hayoung yang masih menatap kesal ke arah Sehun.

***

        1 minggu Sehun menjadi mahasiswa pun berlalu. Siang itu keadaan kampus mulai terasa terik karena panasnya Matahari. Walaupun sudah seminggu kuliah, para wartawan tetap ingin tahu kegiatan Sehun dan D.O selama mereka menjadi mahasiswa.
“Aiissh jinja. Apakah mereka sudah gila?” Sehun melihat ke arah para wartawan yang sedari tadi sudah menunggu kehadiran Sehun dan D.O untuk mereka berikan pertanyaan.
“Wae?” tanya D.O yang sedang memainkan ponselnya lalu melihat ke arah para wartawan.
“Hyung, apa tidak ada jalan pintas yang bisa keluar dari kampus ini?” tanya Sehun sambil memegang kedua pinggangnya.
“Mollayo.” Jawab D.O dengan menggelengkan kepalanya.
“Chingu-ya.” Tiba-tiba Sehun berjalan menuruni anak tangga beranda kampus dan memanggil Hayoung yang sedang berjalan menuju parkiran kendaraan roda 2. D.O pun mengikuti langkah Sehun.
“Chingu? Kenapa kau selalu memanggilku Chingu?” jawab Hayoung  sinis.
“Annyeong Chingu. Apa kau ingin pulang?” tanya Sehun. Hayoung hanya menatap Sehun dengan mata yang sinis dan tak menjawab pertanyaan Sehun.
“Wae? Apa kau tak suka aku panggil teman?” tanya Sehun lagi. Hayoung hanya diam dan masih menatap Sehun dengan kesal
“Oh? Apa kau ingin aku panggil maknae karena umurku lebih tua darimu? Atau dongsaeng?” tanya Sehun lagi sambil melihat wajah Hayoung dengan dekat.
“Yaaaaaa! Kau ini benar-benar....” teriak Hayoung tetapi tiba-tiba para wartawan menghampiri mereka.
“Sehun-ssi apa kau sudah selesai kuliah hari ini?” tanya seorang wartawan sambil menyodorkan mic ke Sehun.
“Ne.” Jawab Sehun sedikit malas, lalu Sehun pun pergi meninggalkan para wartawan disusul dengan D.O, para wartawan pun yang ingin menyusul Sehun dan D.O dihalangi oleh manager mereka yang tiba-tiba datang.
      Suasana yang tadinya ramai oleh wartawan dan flash kamera-kameranya tiba-tiba berubah menjadi sepi dan hanya tinggal Hayoung seorang diri yang hanya bisa melihat kelakuan idol terkenal itu dari belakang sambil menatap sinis.
“Kau pikir aku bisa kau jadikan temanmu?.” Tanya Hayoung pelan sambil menghela nafas dan segera mengambil motor vespa uniknya yang berwarna putih itu.

***

        Sore itu alunan musik kpop terdengar merdu saat Sehun memasuki sebuah kafe seorang diri. Dari jauh dia melihat kakaknya di meja sudut kafe dengan seorang pria yang tak dikenal oleh Sehun. Tiba-tiba seorang wanita cantik yang duduk di meja sudut kafe itu pun memanggil nama Sehun sambil melambaikan tangannya.
“Sehun-aaaah” Yuri noona memanggil Sehun yang memberikan tanda untuk segera duduk di mejanya bersama seorang pria yang belum dikenal Sehun itu.
Sehun pun segera berjalan menuju meja di sudut kafe.
“Sehun-ah, perkenalkan ini Dong Hae, temanku yang pernah aku ceritakan padamu.” Yuri menarik lengan Sehun untuk segera menyapa seorang pria yang sedari tadi duduk bersamanya.
“Oh. Annyeonghaseyo, aku Oh Sehun, adik Yuri noona.” sapa Sehun pada Donghae sambil membukukan badannya.
“Lee Dong Hae.” Balas sapa Donghae dengan membukukan badannya juga sambil memberikan senyuman pada Sehun.
“ Aku dengar kau resmi menjadi mahasiswa?” tanya Donghae pada Sehun mulai membuka pembicaraan.
“ Ne.” Jawab Sehun dengan senyuman kecil.
“Sudah seminggu Sehun menjadi seorang mahasiswa.” Yuri membuka pembicaraan lagi.
         Sehun hanya senyum,  dia melihat Yuri yang terlihat sangat senang sekali dari matanya. Lalu Sehun memindahkan pandangannya pada tangan kiri Donghae. Sehun melihat cincin emas putih yang melingkar di jari manis Donghae, Sehun menatap cincin itu dengan sinis dan penuh tanya sambil memainkan jarinya di atas meja.
“Yuri noona sering menceritakan tentang dirimu padaku.” Ujar Sehun lalu memindahkan pandangannya ke arah wajah Donghae lalu melihat lagi ke arah cincin yang melingkar di jari manis Donghae.
“Jinjayo? Wow, oh ya, Sehun-ah kau ingin pesan apa minuman apa?” tanya Donghae.
“hmm.. mianhe aku tidak bisa lama.” Jawab Sehun lalu mengangkat badannya dari atas bangku kafe yang dia duduki.
“Kau ingin kemana?” tanya Yuri pada Sehun.
“Noona sepertinya aku harus pulang, banyak tugas kampus yang harus segera ku selesaikan, mianhe. Lain kali kita bisa bertemu lagi.” Ujar Sehun pada Yuri dan Donghae.
“Annyeong.” Ucap perpisahan Sehun sore itu di kafe pada Yuri dan Donghae. Sehun pun segera keluar meninggalkan kafe.

***

“Ya! Oh Sehun!”
        Terdengar suara perempuan yang memanggil nama Sehun di koridor gedung universitas yang saat itu sepi dan menghentikan langkah Sehun pagi itu. Sehun pun segera menengok ke arah sumber suara yang memanggil namanya itu.
“Wae?” Sehun membalas panggilan dari Hayoung yang memanggil namanya itu.
Hayoung pun melangkah menuju Sehun dengan santai sambil melipat tangan di depan dadanya.
“Oh Sehun.” Ucap Hayoung sambil melihat Sehun dari kaki sampai kepala.
“Jadi seperti ini seorang idol terkenal yang memiliki banyak fans?” tanya Hayoung yang agak sedikit meledek.
“Wae? Apakah kau salah satu dari fans-ku? Dan mengapa kau memanggilku seperti itu?” tanya Sehun pada Hayoung sambil tersenyum kecil.
“Fans? Kenapa? Apa kau tak suka aku panggil Oh Sehun? Bukankah itu benar namamu?” Tanya Hayoung dengan senyum sinis.
Sehun tak membalas pertanyaan Hayoung dan hanya senyum sinis.
“Oh? Apa kau ingin aku memanggilmu dengan sebutan oppa karena aku lebih muda dari mu?” tanya Hayoung sambil melihat Sehun dengan dekat, dan tersenyum manis.
Sehun hanya menghela nafas.
“Pertanyaan konyol apa ini?” Tanya Sehun pada Hayoung.
“Baiklah sampai bertemu di kelas mata kuliahku hari ini” Ucap Hayoung dengan senyum manis
“Sehun oppa.” Hayoung mengatakannya dengan membisik ke telinga Sehun lalu pergi meninggalkan Sehun dengan senyum manisnya.
“Assshh...kenapa dia membuat aku deg-degan dengan sikapnya yang seperti itu?” Tanya Sehun pada dirinya dengan nada yang pelan sambil memegang dadanya yang sedari tadi jantungnya berdegup.


( Continue to Part 2)



[ Noted:  My fanfic story just fiction and not real. This is just pure my imagination. So please don't bash the man's cast or women's cast if you don't like it, and please don't be copycat, okay (: ]









Sabtu, 16 Agustus 2014

PLAYING WITH LITTLE FLOWERS

Excited if i can play and arrange little flowers with my camera. Today i have a long time to playing with little flowers.  I love all flowers in this world, and i like when a something have a pattern flowers. But until now, nothing anyone ever give me a flower (haha lol XD). And tadda this is my art with little flowers. Enjoy my photos and i give a little quotes from www.quotegarden.com

Every flower is a soul blossoming in nature. - Gerard de Nerval




Flowers are those little colorful beacons of the sun from which we get sunshine when dark, somber skies blanket our thoughts. - Dodinsky




Flowers are the sweetest things God ever made, and forgot to put a soul into. - Henry Beecher




Flowers are without hope. Because hope is tomorrow and flowers have no tomorrow. - Antonio Porchia




Bread feeds the body, indeed, but flowers feed also the soul. - The Koran

Selasa, 12 Agustus 2014

REVIEW (SEDIKIT) : FOTO TERBARU EXO UNTUK PHOTOBOOK "DIE JUNGS"

Annyeonghaseyo chingu ^^
Kali ini Elsa nulis blog bukan mau nulis buat tugas, iya enggak kok beneran deh, bosen kali tugas mulu terus mesti copas link ke studentsite terus udah gitu studentsite-nya bad server. Ini kenapa jadi curhat soal tugas sih Sa? Maaf Elsa khilaf :")

Elsa kali ini mau review sedikiiiit aja soal foto-foto EXO yang katanya sih (eh bukan katanya sih Sa tapi emang iya) bakal buat Photobook pertama mereka "Die Jungs".


Pertama tau namanya Die Jungs gak tau kenapa langsung ingetnya si kakak beradik Jessica Jung & Krystal Jung, terus mereka kenapa die? terus apa hubungannya sama EXO? Terus kenapa Chanyeol sama Sehun manjat-manjat sih? Terus kalo jatoh gimana? Terus...teruss plaaaaak *mulai gak fokus*

Jadi nih ya ternyata Die Jungs itu punya arti dan artinya bukan si kakak beradik Jessica & Krystal itu mati yaaa *iyalah bukan Sa* , Die Jungs itu artinya anak laki-laki kalo dalam bahasa Jerman. Nah makanya photosoot mereka pun take nya di Berlin, Jerman.


Pertama kali elsa liat foto ini tuh di Instagram pada siang hari disaat elsa sedang leyeh-leyeh mager diatas kasur. Gak penting!

Pas liat ada post foto-foto buat Die Jungs itu langsung jerit "Kyaaaaa ini kenapa mereka keren banget?". Otomatis mata elsa langsung sibuk nyari mana Kyungsoo??? mana orang yang hobinya melotot itu?? karena Kyungsoo adalah bias elsa jadi mata ini harus didahulukan ngeliat Kyungsoo sebelum ngeliat yang lain dan alhamdulillah dia lagi nemplok di lehernya Suho. ^^




Demi apapun pas liat foto ini ngakak banget, semua member mukanya absurd semua kayak nilai matkul akuntansi elsa. Ini kenapa konsep foto mereka kayak lagi demo di depan gedung DPR siiiih? Kenapa? Dan itu kenapa mukanya Baekhyun dimirip-miripin sama topeng monyet gitu? Apa mungkin Baekhyun sekarang sudah lelah jadi anggota EXO dan mau pindah ke anggota topeng monyet keliling kah? Semua itu masih misteri. Chanyeol kenapa sih hyperactive nya gak sembuh-sembuh. Sehun juga manjat-manjat gitu tapi matanya kayak lagi ngintip mau nyolong mangga. Kyungsoo ekpresinya kayak lagi liat kucing kawin. Luhan kayak lagi nahan sesuatu gitu. Xiumin dan Suho no comment. Tao kayaknya belum mandi tuh. Itu Kai muk...wkwkwkwk. Sejujurnya elsa gak engeh kalo yang di samping Tao terus bibirnya sok dimonyong-monyongin itu adalah Chen. Dan yang paling keren ekspresinya cuma Lay doang walaupun kayak mau meluk seseorang tapi dapetnya pager. Udah ya cuma Lay.


Nah ini lagi bikin ngakak banget dan tetep aja cuma Lay yang paling keren. Bawaannya pengen ngedit ngeliat foto ini jadi ya maap yaak, jadi ya gitulah hasilnya O_Ov


Elsa suka ngeliat foto Xiumin hyung sama Luhan hyung yang ini, karena 2 hyung ini keliatan manly banget. Oppa sa!!!. Enakan manggil hyung tapi -_-


Bawaannya pengen benerin lengan bajunya Sehun yang berantakan deh. Tapi gak apa-apalah Sehun mau lengannya panjang sebelah kek, mau tangannya yang panjang sebelah sampe betis juga tetep ganteng. Tapi sejak kapan sih batman pake mahkota? Yaudah sih sa suka-suka Sehun, ditiup Sehun sampe satelitnya saturnus sama kekuatan supranatural Sehun baru tau rasa lu-_-


Di photoshoot ini Tao juga keliatan cool lagi main skateboard gitu (baru kali ini muji Tao, biasanya bilangin Tao kayak vampir cina). Terus entah itu siapa yang mau ngerebut skateboardnya si vampir cina itu? dari badannya kecil kayaknya sih kalo gak si Suho ya Kyungsoo, eh tapi Kyungsoo orangnya gak anarkis gitu dia pendiem jadi fix itu sih kayaknya Suho. *jadi nyimpulin sendiri*


Tolong yaaa yang ini jangan ditiru, kalo baca buku ya baca buku aja gak usah gaya-gayaan mainan tembakan.

Ini no comment yaa, Sehun nya yang bikin elsa no comment.



Ini sejak kapan sih Kai jadi ketularan gak waras gini kayak Chanyeol. Udahlah yang gila cukup Chanyeol aja, Kai tugasmu joget aja terus sampe anjing-anjingmu juga jago dance. Kayaknya happy virus nya si caplang udah nyebar ke seluruh member EXO. Semoga Kyungsoo kebal deh yaaa :")


Sebenernya suka banget sama foto ini, keliatannya lebih pure tanpa dibuat-buat gayanya. Tapi kenapa Kyungsoo kayak melotot ke arah Chanyeol gitu? terus kenapa sepatunya Kyungsoo copot sebelah? Kayaknya kayak biasa usilnya si caplang mulai beraksi ke Kyungsoo yang selalu diem terus dan hobinya pun cuma melotot sama mukul-mukul lemes Baekhyun & Chanyeol. Eh tapi kayaknya ada tersangka juga yang patut dicurigai, yaitu Kai. Soalnya Kai juga lagi di deket Kyungsoo gitu. Ngaaaah ini kenapa jadi sok sok Sherlock Holmes sih sa?? Maaf elsa khilaf  lagi -_-

Photobook Die Jungs ini nantinya bakal ada 3 versi chingu, yaitu versi EXO, EXO-M dan EXO-K.


Sebenernya elsa pun gak tau photobook Die Jungs ini konsepnya seperti apa. Apa mungkin mirip kayak album Xoxo Kiss & Hug gitu atau gimananya masih belum tau. Tapi kalo diliat dari bukunya tebel gitu, kayaknya sih ya kalo menurut elsa itu buku isinya foto-foto mereka semua jadi kayak macem buku Hijab Street Style-nya Dian Pelangi gitu. *mulai sok tahu*

Tapi semoga aja cepat release deh tuh ya Photobook Die Jungs EXO biar semua misteri-misteri selama ini terkuak dan terjawab *apaan sih sa*

Udah segitu aja dulu ya review absurd dari elsa tentang Photobook Die Jungs EXO. Miannhe kalo kata-kata elsa agak sedikit seperti imbisil lagi mulai ngeblog. Lah emang baru nyoba ngeblog kan Sa, biasa tugas mulu. Iya iya yaudah. Annyeong chingu-yaa ^^v

Sabtu, 21 Juni 2014

TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM ( MINGGU 4 )

INOVASI KTX ( KOREAN TRAIN EXPRESS)


KISRUH politik di Korea Selatan tidak menyurutkan semangat negeri itu dalam mewujudkan diri sebagai Macan Asia di bidang ekonomi maupun inovasi teknologi. Kendati parlemen telah memosi tidak percaya Presiden Roh Moo-Hyun, sebuah pesta digelar Selasa (29/3) kemarin untuk menandai bahwa Negeri Ginseng itu telah memiliki kereta supercepat sekaligus awal terciptanya transportasi antarbenua, Eropa-Asia.
Sebuah proyek senilai 14 trilyun won (12 milyar dolar AS) dikerjakan selama 12 tahun. Kendati sempat tersendat-sendat akibat krisis ekonomi yang menimpa Asia pada 1997, Korsel berhasil menyelesaikan pembuatan kereta api peluru KTX (Korea Train Express) beserta jaringannya.
Kereta api yang melayani jalur Seoul-Busan mampu meluncur dengan kecepatan 300 km per jam. Kendati warga baru bisa menikmati jasa layanan transportasi berteknologi tinggi pada 1 April besok, mereka yakin jarak antara Seoul-Busan di tenggara dan Mokpo di barat daya dapat ditempuh dalam waktu singkat dan nyaman.
"Kecepatan berarti kompetisi yang lebih baik. KTX Seoul-Busan merupakan sebuah simbol bangsa yang kompetitif dan batu loncatan menuju kemakmuran di abad ke-21," jelas presiden sementara Goh Kun dalam upacara pembukaan. "Kita akan mengalami berbagai keuntungan dengan keberadaan kereta api super cepat ini bagi gaya hidup kita serta perekonomian pula," tambahnya.
Kereta api peluru ini merupakan proyek masa depan Korsel. Proyek tersebut melengkapi pembangunan jalur bebas hambatan dari Seoul menuju Busan sejauh 428 km. Jalur yang menuju ke arah selatan itu, dirancang pertama kali pada 1970.
Namun, selama tiga dekade kemudian, Korsel menyadari bahwa biaya transportasi darat itu mempunyai nilai signifikan dalam perekonomian yakni mendekati 4 persen dari Produk Domestik Bruto. Kereta api supercepat itu dinilai sebagai salah satu solusinya.
Kim Se-Ho, Kepala Jaringan Kereta Api Nasional Korea (KRN) (KNR), menjelaskan KTX memberi perubahan revolusioner bagi logistik dan kehidupan warga. "Dengan memadukan KTX dengan kepentingan-kepentingan transportasi lainnya, Anda dapat menuju ke mana saja di negeri ini dalam waktu kurang dari setengah hari," jelasnya sambil menunjuk contoh lain yakni TGV di Prancis.
Di sisi lain, keberhasilan Korsel dalam proyek KTX itu juga mewujudkan ambisi Seoul menghubungkan negeri Ginseng itu dengan Eropa lewat perjalanan darat. Perjalanan panjang lintas benua itu memang masih dalam perencanaan, namun sedikit demi sedikit terwujud. "Mimpiku adalah bepergian ke Pyongyang (Kore Utara), menyeberangi Siberia dan menuju Eropa dengan kereta api supercepat," ungkap Kim.
Goh menambahkan KTX akan menjadi awal terwujudnya Iron Silkroad yakni saat jalur KTX tersebut terhubung dengan jaringan kereta api trans Siberia (TSR) dan trans Cina (TCR).
Otoritas KTX menjelaskan jaringan itu secara fisik hampir terhubung. Namun, sejak ketegangan di Semenanjung Korea seputar ambisi nuklir Pyongyang serta alasan-alasan nonkomersial lainnya, integrasi itu tertunda untuk sementara waktu.
Singkat dan Cepat
Perubahan mendasar pun bisa dilihat pada gaya hidup warga. Warga Seoul bisa keluar kota dengan cepat untuk mencari udara segar dan pemandangan baru di pedesaan. Sementara warga di propinsi-propinsi bisa berbelanja ke kota dengan cepat atau menikmati pertunjukan seni di Seoul, tambah Kim.
Goh melanjutkan KTX memberikan kontribusi pada pengurangan jarak antara kota dan propinsi-propinsi yang belum berkembang. "Komuter hanya memerlukan waktu 49 menit untuk menempuh perjalanan dari Seoul ke Daejeon atau sebaliknya. Jarak sepanjang 160 km, biasanya ditempuh oleh pengendara mobil lebih dari satu jam," katanya.
KTX dapat menempuh jarak dari Seoul dan Busan sepanjang 428 km dalam waktu 160 menit. Waktu tempuh itu sedikit lebih panjang karena kereta modern itu harus memasuki rel konvensional di beberapa tempat, sehingga laju kecepatan kereta terpaksa diturunkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Bila dibandingkan dengan kereta biasanya, terdapat perbedaan signifikan. Kereta konvensional membutuhkan waktu 240 menit untuk menempuh perjalanan Busan-Seoul.
Nantinya jalur kereta itu akan diganti dengan yang baru. Pemerintah menargetkan penggantian itu akan selesai pada 2010 sehingga waktu tempuh Seoul-Busan bisa diperpendek menjadi 116 menit.
KRN memprediksi selama tahun pertama penggunaan KTX, akan menarik penumpang sebanyak 180 ribu per hari, sehingga kereta-kereta tua satu demi satu dipensiunkan untuk transportasi penumpang dan dialihkan untuk kargo. KRN bekerja sama dengan kelompok energi dan transportasi Alstom, mengimpor teknologi kereta api dari Prancis itu dan merancang model terbaru yang diberi nama G7. Diharapkan G7 tersebut bisa diekspor ke manca negara.
Untuk KTX, KRN akan mengoperasikan 46 unit. 12 di antaranya diimpor langsung dari Alstom dan 34 lainnya dirakit di Korea. Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama yang ditandatangani pada 1994 antara Korsel dan Alstom. Perusahaan Prancis itu mengalahkan rivalnya Siemens (Jerman) dan Mitsubishi (Jepang) untuk memenangkan kontrak transportasi tersebut. "Saya yakin TGV di Korea ini akan meraih sukses secara teknis, komersial dan finansial. Dalam waktu yang tak lama, Korea akan meningkatkan kapasitasnya," jelas direktur teknis Tranportasi Alstom, Francois Lacote.





Kamis, 22 Mei 2014

TULISAN TOU 2 (MINGGU 3)

KUMPULAN QUOTE SAYYIDINA UMAR BIN KHATTAB



Assallamualaikum Warohmatullohi Waborakattuh

Dalam kesempatan kali ini saya akan menuliskan tentang kumpulan-kumpulan quote atau kata-kata bijak dari sosok yang saya idolakan dari salah satu sahabat Rasulullah SAW yaitu Khalifah Sayyidina Umar Bin Khattab.

“Duduklah dengan orang-orang yang bertaubat, sesungguhnya mereka menjadikan segala sesuatu lebih berfaedah.” – Ummar Bin Khattab

“Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai.” – Ummar Bin Khattab

“Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya.” – Ummar Bin Khattab

“Hendaklah kalian menghisab diri kalian pada hari ini, karena hal itu akan meringankanmu di hari perhitungan.” – Ummar Bin Khattab

“Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah.Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.” – Ummar Bin Khattab

“Barangsiapa takut kepada Allah SWT niscaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.” – Ummar Bin Khattab

“Jika aku tidur pada malam hari, aku telah menyia-nyiakan diriku . Jika aku tidur pada siang hari, aku telah menyia-nyiakan rakyatku.” – Ummar Bin Khattab

“Jangan pernah meremehkan cita-cita dan tekad kalian. Yang aku tau , orang yang paling kecewa adalah yang kandas cita-citanya.” – Ummar Bin Khattab

“Seandainya kejujuran merendahkanku dan sedikit yang bisa dilakukan, maka hal tersebut lebih aku cintai dari kebohongan yang dapat menaikkan posisiku, meski sedikit yang bisa dilakukan.” – Ummar Bin Khattab

“Ada tiga perkara yang membuat celaka : selalu marah kepada orang lain, berburuk sangka padahal kamu tidak tau sebenarnya, menyakiti teman padahal itu tidak ada untung nya.” – Ummar Bin Khattab

“Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah-lembut.” - Umar bin Khattab

“Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.” – Ummar Bin Khattab

“Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya.” – Ummar Bin Khattab

“Barangsiapa yang jernih hatinya, akan diperbaiki Allah pula pada yang nyata di wajahnya.” – Ummar Bin Khattab

“Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yang dapat menimbulkan persangkaan, maka janganlah menyesal kalau orang menyangka buruk kepadanya.”- Umar bin Khattab

“Janganlah berprasangka buruk kepada kata-kata yang tidak baik yang keluar dari mulut seorang muslim, sementara engkau masih mendapatkan kemungkinan baik padanya.” – Ummar Bin Khattab

“Waspadalah terhadap temanmu, kecuali teman yang amanah, dan teman yang amanah adalah yang takut kepada Allah.” – Ummar Bin Khattab

“Siapa yang menyembunyikan rahasianya, maka kebaikan akan selalu berada di tangannya.” – Ummar Bin Khattab

“Hendaklah berteman dengan orang yang jujur, niscaya engkau akan hidup bahagia ditengah-tengah mereka, karena mereka adalah hiasan di kala senang dan bantuan dikala susah.” – Ummar Bin Khattab

“Jangan menyindir dalam perkara yang tidak bermanfaat.” – Ummar Bin Khattab

Sekian dulu kumpulan kata-kata bijak dari Khalifah Ummar Bin Khattab yang saya berikan.

Wassallamualaikum Warohmatullohi Wabarokattuh.

Tugas Teori Organisasi Umum 2 (Minggu 3)

BIOGRAFI KHALIFAH SAYYIDINA ABU BAKAR AS-SHIDDIQ


Abu Bakar (bahasa Arab: أبو بكر الصديق, Abu Bakr ash-Shiddiq) (lahir: 572 - wafat: 23 Agustus 634/21 Jumadil Akhir 13 H) termasuk di antara mereka yang paling awal memeluk Islam. Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Abu Bakar menjadi khalifah Islam yang pertama pada tahun 632 hingga tahun 634 M. Lahir dengan nama Abdullah bin Abi Quhafah, ia adalah satu di antara empat khalifah yang diberi gelar Khulafaur Rasyidin atau khalifah yang diberi petunjuk.
Nama lengkapnya adalah 'Abd Allah bin 'Utsman bin Amir bi Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib bin Quraisy. Bertemu nasabnya dengan nabi pada kakeknya Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai, dan ibu dari abu Bakar adalah Ummu al-Khair salma binti Shakhr bin Amir bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim yang berarti ayah dan ibunya sama-sama dari kabilah Bani Taim.
Abu Bakar adalah ayah dari Aisyah, istri Nabi Muhammad. Nama yang sebenarnya adalah Abdul Ka'bah (artinya 'hamba Ka'bah'), yang kemudian diubah oleh Muhammad menjadi Abdullah (artinya 'hamba Allah'). Muhammad memberinya gelar Ash-Shiddiq (artinya 'yang berkata benar') setelah Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra Mi'raj yang diceritakan oleh Muhammad kepada para pengikutnya, sehingga ia lebih dikenal dengan nama "Abu Bakar ash-Shiddiq".
Abu Bakar ash-Shiddiq dilahirkan di kota Mekah dari keturunan Bani Taim , sub-suku bangsa Quraisy. Beberapa sejarawan Islam mencatat ia adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar, serta dipercaya sebagai orang yang bisa menafsirkan mimpi.

Ketika Muhammad menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, ia pindah dan hidup bersama Abu Bakar. Saat itu Muhammad menjadi tetangga Abu Bakar. Sejak saat itu mereka berkenalan satu sama lainnya. Mereka berdua berusia sama, pedagang dan ahli berdagang.

A. Memeluk Islam & Menjadi Seorang Khalifah
Dalam kitab Hayatussahabah, bab Dakwah Muhammad kepada perorangan, dituliskan bahwa Abu bakar masuk Islam setelah diajak oleh nabi. Abubakar kemudian mendakwahkan ajaran Islam kepada Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqas dan beberapa tokoh penting dalam Islam lainnya.
Istrinya Qutaylah binti Abdul Uzza tidak menerima Islam sebagai agama sehingga Abu Bakar menceraikannya. Istrinya yang lain, Ummu Ruman, menjadi Muslimah. Juga semua anaknya kecuali 'Abd Rahman bin Abu Bakar, sehingga ia dan 'Abd Rahman berpisah.
Sebagaimana yang juga dialami oleh para pemeluk Islam pada masa awal. Ia juga mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh penduduk Mekkah yang mayoritas masih memeluk agama nenek moyang mereka. Namun, penyiksaan terparah dialami oleh mereka yang berasal dari golongan budak. Sementara para pemeluk non budak biasanya masih dilindungi oleh para keluarga dan sahabat mereka, para budak disiksa sekehendak tuannya. Hal ini mendorong Abu Bakar membebaskan para budak tersebut dengan membelinya dari tuannya kemudian memberinya kemerdekaan.
Ketika peristiwa Hijrah, saat Nabi Muhammad pindah ke Madinah (622 M), Abu Bakar adalah satu-satunya orang yang menemaninya. Abu Bakar juga terikat dengan Nabi Muhammad secara kekeluargaan. Anak perempuannya, Aisyah menikah dengan Nabi Muhammad beberapa saat setelah Hijrah.
Selama masa sakit Rasulullah saat menjelang wafat, dikatakan bahwa Abu Bakar ditunjuk untuk menjadi imam salat menggantikannya, banyak yang menganggap ini sebagai indikasi bahwa Abu Bakar akan menggantikan posisinya. Bahkan 'pun setelah Nabi SAW telah meninggal dunia, Abu Bakar Ash-Shiddiq dianggap sebagai sahabat Nabi yang paling tabah menghadapi meninggalnya Nabi SAW ini. Segera setelah kematiannya, dilakukan musyawarah di kalangan para pemuka kaum Anshar dan Muhajirin di Madinah, yang akhirnya menghasilkan penunjukan Abu Bakar sebagai pemimpin baru umat Islam atau khalifah Islam pada tahun ((632)) M.
Apa yang terjadi saat musyawarah tersebut menjadi sumber perdebatan. Penunjukan Abu Bakar sebagai khalifah adalah subyek kontroversial dan menjadi sumber perpecahan pertama dalam Islam, dimana umat Islam terpecah menjadi kaum Sunni dan Syi'ah. Di satu sisi kaum Syi'ah percaya bahwa seharusnya Ali bin Abi Thalib (menantu nabi Muhammad) yang menjadi pemimpin dan dipercayai ini adalah keputusan Rasulullah sendiri, sementara kaum sunni berpendapat bahwa Rasulullah menolak untuk menunjuk penggantinya. Kaum sunni berargumen bahwa Muhammad mengedepankan musyawarah untuk penunjukan pemimpin. Sementara muslim syi'ah berpendapat bahwa nabi dalam hal-hal terkecil seperti sebelum dan sesudah makan, minum, tidur, dan lain-lain, tidak pernah meninggal umatnya tanpa hidayah dan bimbingan apalagi masalah kepemimpinan umat terahir. Banyak hadits yang menjadi rujukan dari kaum Sunni maupun Syi'ah tentang siapa khalifah sepeninggal rasulullah, serta jumlah pemimpin Islam yang dua belas. Terlepas dari kontroversi dan kebenaran pendapat masing-masing kaum tersebut, Ali sendiri secara formal menyatakan kesetiaannya (berbai'at) kepada Abu Bakar dan dua khalifah setelahnya (Umar bin Khattab dan Usman bin Affan). Kaum sunni menggambarkan pernyataan ini sebagai pernyataan yang antusias dan Ali menjadi pendukung setia Abu Bakar dan Umar. Sementara kaum syi'ah menggambarkan bahwa Ali melakukan baiat tersebut secara pro forma, mengingat ia berbaiat setelah sepeninggal Fatimah istrinya yang berbulan bulan lamanya dan setelah itu ia menunjukkan protes dengan menutup diri dari kehidupan publik.
Segera setelah suksesi Abu Bakar, beberapa masalah yang mengancam persatuan dan stabilitas komunitas dan negara Islam saat itu muncul. Beberapa suku Arab yang berasal dari Hijaz dan Nejed membangkang kepada khalifah baru dan sistem yang ada. Beberapa di antaranya menolak membayar zakat walaupun tidak menolak agama Islam secara utuh. Beberapa yang lain kembali memeluk agama dan tradisi lamanya yakni penyembahan berhala. Suku-suku tersebut mengklaim bahwa hanya memiliki komitmen dengan Nabi Muhammad dan dengan kematiannya komitmennya tidak berlaku lagi. Berdasarkan hal ini Abu Bakar menyatakan perang terhadap mereka yang dikenal dengan nama perang Riddah. Dalam perang Ridda peperangan terbesar adalah memerangi "Ibnu Habib al-Hanafi" yang lebih dikenal dengan nama Musailamah al-Kazab (Musailamah si pembohong), yang mengklaim dirinya sebagai nabi baru menggantikan Nabi Muhammad. Pasukan Musailamah kemudian dikalahkan pada pertempuran Akraba oleh Khalid bin Walid. Sedangkan Musailamah sendiri terbunuh di tangan Al Wahsyi, seorang mantan budak yang dibebaskan oleh Hindun istri Abu Sufyan karena telah berhasil membunuh Hamzah Singa Allah dalam Perang Uhud. Al Wahsyi kemudian bertaubat dan memeluk Islam serta mengakui kesalahannya atas pembunuhan terhadap Hamzah. Al Wahsyi pernah berkata, "Dahulu aku membunuh seorang yang sangat dicintai Rasulullah (Hamzah) dan kini aku telah membunuh orang yang sangat dibenci rasulullah (yaitu nabi palsu Musailamah al-Kazab)."
Setelah menstabilkan keadaan internal dan secara penuh menguasai Arab, Abu Bakar memerintahkan para jenderal Islam melawan kekaisaran Bizantium dan Kekaisaran Sassanid. Khalid bin Walid menaklukkan Irak dengan mudah sementara ekspedisi ke Suriah juga meraih sukses.
Abu Bakar juga berperan dalam pelestarian teks-teks tertulis Al Qur'an. Dikatakan bahwa setelah kemenangan yang sangat sulit saat melawan Musailamah al-kadzab dalam perang Riddah, banyak para penghafal Al Qur'an yang ikut tewas dalam pertempuran. Umar lantas meminta Abu Bakar untuk mengumpulkan koleksi dari Al Qur'an. oleh sebuah tim yang diketuai oleh sahabat Zaid bin Tsabit, mulailah dikumpulkan lembaran-lembaran al-Qur'an dari para penghafal al-Qur'an dan tulisan-tulisan yang terdapat pada media tulis seperti tulang, kulit dan lain sebagainya,setelah lengkap penulisan ini maka kemudian disimpan oleh Abu Bakar. setelah Abu Bakar meninggal maka disimpan oleh Umar bin Khaththab dan kemudian disimpan oleh Hafsah, anak dari Umar dan juga istri dari Nabi Muhammad. Kemudian pada masa pemerintahan Usman bin Affan koleksi ini menjadi dasar penulisan teks al-Qur'an yang dikenal saat ini.
B. Kewafatan
Abu Bakar meninggal pada tanggal 23 Agustus 634 di Madinah, beliau Abu Bakar ash-Shiddiq wafat pada hari senin di malam hari, ada yang mengatakan bahwa Abu Bakar wafat setelah Maghrib (malam selasa) dan dikebumikan pada malam itu juga yaitu tepatnya 8 hari sebelum berakhirnya bulan Jumadil Akhir tahun 13 H, setelah beliau mengalami sakit selama 15 hari. Pada waktu itu Umar menggantikan posisinya sebagai imam kaum muslimin dalam shalat. Ketika sakit beliau menuliskan wasiatnya agar tampuk pemerintahan kelak diberikan kepada Umar bin al-Khaththab, dan yang menjadi juru tulis waktu itu adalah Utsman bin Affan, Setelah surat selesai segera dibacakan kepada segenap kaum muslimin, dan mereka menerimanya dengan segala kepatuhan dan ketundukan. Masa kekhalifahannya berjalan selama 2 tahun 3 bulan, dan beliau wafat pada usia 63 tahun persis dengan usia Rasulullah SAW. akhirnya Allah mengumpulkan jasad mereka dalam satu tanah, sebagaimana Allah mengumpulkan mereka dalam kehidupan. Abu Bakar dimakamkan di rumah putrinya Aisyah di dekat Masjid Nabawi, di samping makam Nabi Muhammad SAW.  Beliau dishalatkan oleh Umar bin al-Khaththab. Beliaulah yang pertama kali diangkat oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebagai amir dalam pelaksanaan ibadah haji pertama dalam Islam yaitu pada tahun 9 H, dan pada tahun berikutnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم baru melaksanakan ibadah haji Wada’. Ketika beliau diangkat menjadi khalifah, beliau memerintahkan Umar untuk menjadi amir haji pada tahun 11 H, dan tahun berikutnya barulah beliau berangkat haji.

Source :