Kamis, 18 September 2014

FANFIC : I LOVE MY LECTURE (PART 1)




I LOVE MY LECTURE
by : Elsa Vitri

Main cast :
-          Oh Sehun
-          Oh Hayoung

Cast :
-          D.O
-          Lee Dong Hae
-          Yuri (Kakak Sehun)

       Pagi itu terasa sejuk karena musim semi mulai datang di kota Seoul. Sehun yang baru saja bangun dari tidur nyenyaknya itu mulai berjalan menuju meja makan di lantai dasar rumahnya dengan nyawa yang belum terkumpul. Kakaknya, Yuri yang sedari tadi sudah menunggu Sehun di meja makan sedang mengolesi roti untuk dirinya dan Sehun.
Sehun-ah, apa kau sudah mencuci muka dan menggosok gigi?” tanya Yuri yang sudah tau jawaban Sehun yaitu belum.
Aniyo.” Jawab Sehun dengan lemas.
Yaa...kau ini benar-benar, aku ingin bicara sesuatu padamu.”
Wae?” Sehun mengambil sebuah apel dari mangkuk buah di dekatnya.
Sehun-ah, berapa umurmu?” Yuri menggigit roti yang sudah diolesi selai coklat.
“23 tahun, wae?” jawab Sehun dengan heran.
Yaa Sehun-ah, tahun ini aku minta kau untuk melanjutkan study mu ke perguruan tinggi, sudah sedikit lama jangka waktumu tidak melanjutkan study semenjak kau lulus dari SMA karena kau memilih untuk berkarir”
Mwo? Kau ingin aku masuk ke perguruan tinggi tahun ini?” tanya Sehun dengan kaget yang sedang menggigit sebuah apel .
Ne. Kau ingat pesan Appa saat dia akan pergi meninggalkan kita untuk selamanya saat itu?” Jawab Yuri sambil melihat Sehun dengan air muka sangat meminta.
Noona, kau kan juga telat melanjutkan study sarjanamu, kenapa kau memintaku untuk segera melakukan itu?”
Sehun-ah, kau ini seorang laki-laki yang membutuhkan pendidikan tinggi untuk keluargamu nanti, anak-anakmu juga harus dididik dari seorang ayah yang tidak terkenal saja tapi pintar dan cerdas juga.”
Arasso, tapi kenapa harus tahun ini? Aku ingin melanjutkan study perguruan tinggiku sekitar 1 atau 2 tahun lagi.”
“Aku mau tahun ini karena aku tahu idol group-mu sedang tidak comeback, bukan?, dan apabila kau undur lagi nanti kau mulai memasukki umur-umur untuk melaksanakan wajib militermu.”
“Tapi...noona?”
“Agensimu pun sudah memberikan izin apabila kau ingin melanjutkan study perguruan tinggimu, kan?” suara Yuri yang mulai sedikit keras membuat Sehun tak tahu harus membalas dengan kata-kata apa pada noona-nya itu.
“Bukan kah kemarin kau bilang salah satu member idol grup-mu ada yang ingin melanjutkan study perguruan tingginya juga sebelum dia dapat surat panggilan untuk wamil?”
Ne. D.O hyung.” Sehun menjawab dengan malas sambil menyeruput segelas susu.
“Kau bisa masuk perguruan tinggi yang sama dengan D.O.” Jawab Yuri sambil menyeruput secangkir kopi.
Ne. Johayo.” Jawab Sehun dengan malas sambil meninggalkan Yuri sendiri.

***

Hyung, apa kau yakin memilih universitas ini?” Tanya Sehun sambil melihat sekeliling keadaan kampus yang pagi  itu Sehun dan D.O datangi.
Ne. Banyak artis agensi kita yang lulusan dari universitas ini.” Jawab D.O sambil menutup pintu mobil. Pagi itu D.O dan Sehun mengunjungi universitas yang akan mereka pilih untuk study perguruan tinggi dengan ditemani seorang manajer dari agensinya.
“Apa kau sudah mengisi form pendaftarannya?” Tanya D.O pada Sehun.
“Form? Oh ne. Sudah.” Jawab Sehun sambil mengingat-ingat apa dia sudah mengisi apa belum form pendaftaran universitas yang D.O berikan di dorm tampat mereka latihan siang kemarin.
“Oke...Kajaaa tarawa.” Ajak D.O sambil meletakkan tangannya di leher Sehun dan segera mengajak Sehun pergi.
Hyung... apa kau yakin tidak ada wartawan atau sasaeng yang mengikuti kita kan?” tanya Sehun sambil melihat kanan kiri.
Ani. Aku rasa tidak ada.” Jawab D.O dengan percaya diri.

***

       Langit pagi itu sangat cerah di perguruan tinggi Dongguk. Sehun dan D.O mulai menyandang status barunya sebagai mahasiswa di Universitas Dongguk. Jepretan kamera dari para wartawan mulai menyoroti Sehun dan D.O yang berjalan di koridor kampus.
Sehun-ssi, D.O-ssi, apakah ini hari pertama kalian belajar di universitas ini? Dan bagaimana perasaan kalian sebagai seorang mahasiswa?” tanya seorang wartawan laki-laki.
Ne. Aku dan Sehun merasa sangat senang bisa melanjutkan lagi study kami.” Jawab D.O sambil memberikan senyuman dari bibirnya yang berbentuk hati.
“Apakah agensi kalian mengizinkan kaliah untuk pergi kuliah?” Tanya lagi wartawan laki-laki tersebut.
Ye. Agensi kita sudah memberikan izin pada kita untuk pergi kuliah.” Jawab sehun.
“Apakah kalian sudah menemukan teman disini? Apa kalian akan terus-terusan berdua saja dan tidak bergaul dengan siapa-siapa sampai kalian lulus?” tanya seorang wartawan wanita yang sedari tadi ingin bertanya. Sehun dan D.O pun tiba-tiba saling menatap dan memutar otak agar mereka bisa menjawab pertanyaan dari wartawan wanita tersebut.
Ne. Kita sudah punya teman kok disini.” Jawab Sehun dengan simple, dan D.O pun melihat Sehun dengan air muka yang bingung.
Yaa! Yeojaaaa!” Tiba-tiba Sehun memanggil seorang perempuan cantik yang ingin memasuki gedung universitas. Dan perempuan itu pun seketika menengok ke arah Sehun dengan bingung karena disitu keadaannya sangat ramai sekali dan tidak seperti biasanya.
Yaa! Kau perempuan yang ingin masuk ke dalam gedung, kau temanku kan?.” Teriak Sehun.
Sehun-ah, siapa dia? Apa kau mengenalnya?” Tanya D.O pada Sehun yang semakin bingung, suasana apa ini? Dan Sehun pun hanya memberikan wink pada D.O.
Lalu Sehun berlari kearah perempuan yang dia panggil tadi yang sudah berhenti dengan muka sangat bingung.
Nugu ya?” Tanya perempuan itu sambil mengernyitkan alis.
Annyeong chinguuu hahaha.” Sehun tiba-tiba menyapa wanita tersebut sambil memeluk seperti selayaknya teman.
mwo? Chingu?” tanya perempuan tersebut sambil menghela nafas.
Para wartawan pun segera mendekat ke arah Sehun dan perempuan yang dianggap Sehun teman tersebut. D.O yang hanya bisa melihat kelakuan aneh temannya tersebut pun hanya bisa menghela nafas.
Sehun-ah. dihari pertama kau sudah buat masalah.” Ucap D.O dengan nada  pelan, lalu D.O berjalan ke arah Sehun.
Chingu-ya mari kita pergi ke kelas bersama.” Ajak Sehun pada perempuan tak dikenal tersebut yang dia anggap teman sambil merangkul bahu wanita cantik tersebut, segera mereka Sehun meninggalkan para wartawan yang sedari tadi melontarkan pertanyaan tak menyenangkan.
Nugu ya? Apa kita kenal?” tanya wanita itu sedikit agak kesal dan melepaskan tangan Sehun yang sedari merangkul dirinya saat di depan gedung universitas
Gomawo, kau menyelamatkanku dari wartawan-wartawan yang menganggu itu, pasti kau senangkan mendapatkan pelukan dari member idol terkenal sepertiku. Annyeong semoga kita dapat bertemu lagi.” Ucap Sehun dengan senyum nakal lalu pergi meninggalkan perempuan tersebut dengan memberikan perempuan tersebut wink.
Aisssh, jinja? .” jawab perempuan tersebut sambil menghela nafasnya.
Cheosungamnida, maaf temanku memang suka berulah seperti itu, sekali lagi tolong maafkan temanku.” Ucap maaf D.O yang datang menyusul sambil membungkukkan badannya di depan perempuan tersebut, lalu pergi meninggalkan perempuan itu dan menyusul jejak Sehun.
Aish jinja? Neo micheosso?.” Ucap perempuan tersebut pelan.

***

        Sehun dan D.O memasuki kelas pagi ini yaitu kelas matematika. Kelas tersebut pun menjadi gaduh sejak datangnya Sehun dan D.O, terutama para fan girl. Para fan girl di kelas tersebut sibuk dengan memulai paparazzi Sehun dan D.O dan adapula yang ingin mendekati Sehun dan D.O untuk fan signing, hanya saja mereka masih dijaga manager mereka selama dosen belum masuk kelas.
AAAAAA Sehunnie sarangahaeeee.”
Kyungsoo oppa gwiyopda, saranghamnida.”
Pleaseee Sehun oppa D.O oppa selca with me.”
“waah Sehun ganteng banget.”
“Kyungsoo oppa juga keren.”
Saranghae oppa mani mani saranghae.”
Terdengar suara fan girl yang sangat melengking di telinga Sehun dan D.O.
Hyung, aku merasa tidak nyaman duduk di kelas ini, kenapa fan girl di sini selalu menatapku yang membuatku risih dan membuat telingaku sakit, apakah tidak bisa kita mendapatkan mata kuliah secara privat?” Keluh Sehun sambil mengambil headset dari dalam tasnya.
Yaaa! Kau kata ini universitas nenek moyangmu, tetaplah bersikap sopan di depan fans-fans selama kau tidak ingin ditinggalkan oleh fans-mu, dan apa kau mau dapat tanggapan negatif dari para citizens dan netizens, eung?” Jawab D.O yang harus tetap bersikap friendly di depan fans-nya dalam kelas itu.
“huff..arasoyo.” jawab Sehun dengan malas sambil memasang headset ke telinganya.
Keadaan kelas matematika pagi itu pun tetap gaduh karena adanya Sehun dan D.O. Dosen belum ada tanda-tanda masuk ke dalam kelas mereka. 15 menit kemudian seorang perempuan cantik memasuki kelas mereka lalu berdiri di meja dosen dan memperkenalkan dirinya sebagai dosen matematika di kelas matematika pagi itu. Seketika suasana kelas berubah menjadi tenang dan damai.
Annyeonghaseyo.” Sapa perempuan cantik itu sambil melontarkan senyum manis yang merekah di bibirnya.
Annyeonghaseyo.” Seluruh mahasiswa di kelas pun menjawab sapa perempuan cantik.
“Bagaimana kabar kalian?” Tanya perempuan cantik itu pada seluruh mahasiswa yang ada dalam kelas matematika tersebut.
“Baikkk.” Mahasiswa serentak menjawab pertanyaan perempuan cantik itu.
“Perkenalkan namaku adalah Oh Hayoung, aku disini yang akan menjadi dosen matematika kalian.” Perempuan cantik itu memperkenalkan dirinya.
Sehun dan D.O pun saling melihat kaget setelah perempuan cantik itu memperkenalkan dirinya bahwa dia adalah dosen matematika
“Jadi dia dosen kita hyung? tidak mungkin.” Bisik Sehun pada D.O sambil mengernyitkan alisnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
D.O pun hanya membalas senyum yang bingung.
“Ini adalah tahun pertamaku mengajar menjadi seorang dosen setelah kelulusan study S3 ku.”
“Jadi kau sudah bergelar professor? Tapi kau masih muda bagaimana bisa kau menjadi seorang professor?”  Tiba-tiba ada seorang mahasiswa melontarkan pertanyaan pada Hayoung.
“Memangnya berapa usiamu sekarang? Apa kau melakukan operasi plastik agar terlihat lebih muda?” Sehun pun ikut melontarkan pertanyaan pada Hayoung.
“Usiaku 21 tahun, aku adalah siswa akselerasi sejak aku duduk di bangku sekolah dasar,  5 tahun aku belajar di bangku sekolah dasar, 2 tahun aku belajar di SMP, 2 tahun aku belajar di SMA.” Hayoung menjelaskan dengan santai tanpa merasa kesal karena telah diberikan pertanyaan yang sedikit menyerangnya.
wooh! Daebak!.” Tiba-tiba ada mahasiswa di bangku depan yang memotong cerita Hayoung.
 “Setelah itu aku melanjutkan study ke perguruan tinggi, aku mengikuti program double deegree dimana aku hanya 4 tahun kuliah untuk mendapatkan gelar doktor, selanjutnya ayahku memintaku untuk melanjutkan study untuk meraih gelar professor, 20 tahun aku lulus dari sekolah S3, dan tahun ini aku memulai pekerjaan ku untuk menjadi seorang dosen matematika. Jadi apakah aku harus menunjukan seluruh ijazah ku kepada kalian sebagai bukti agar kalian bisa percaya padaku, eung?” Tanya Hayoung sambil menatap Sehun, yang seolah-olah pertanyaan itu hanya untuk Sehun.
“Apa kau sedang besar kepala?” tanya Sehun dengan pertanyaan yang menyerang lagi.
Hayoung menghela nafas kesal.
“Aku tidak sedang besar kepala, aku hanya menjawab pertanyaan kau saja agar kau percaya dan tidak memberikan pertanyaan yang menyerang padaku.” Jawab Hayoung sedikit kesal.
Sehun-ah berhentilah memberikan pertanyaan seperti itu.” Tukas D.O
oh arasso~” Jawab Sehun sambil tersenyum kecil seolah-olah dia bangga membuat emosi Hayoung sedikit menjadi sensitif.
“Okee...baiklah kita mulai saja kelas kita hari ini.” Ujar Hayoung yang masih menatap kesal ke arah Sehun.

***

        1 minggu Sehun menjadi mahasiswa pun berlalu. Siang itu keadaan kampus mulai terasa terik karena panasnya Matahari. Walaupun sudah seminggu kuliah, para wartawan tetap ingin tahu kegiatan Sehun dan D.O selama mereka menjadi mahasiswa.
Aiissh jinja. Apakah mereka sudah gila?” Sehun melihat ke arah para wartawan yang sedari tadi sudah menunggu kehadiran Sehun dan D.O untuk mereka berikan pertanyaan.
Wae?” tanya D.O yang sedang memainkan ponselnya lalu melihat ke arah para wartawan.
Hyung, apa tidak ada jalan pintas yang bisa keluar dari kampus ini?” tanya Sehun sambil memegang kedua pinggangnya.
Mollayo.” Jawab D.O dengan menggelengkan kepalanya.
Chingu-ya.” Tiba-tiba Sehun berjalan menuruni anak tangga beranda kampus dan memanggil Hayoung yang sedang berjalan menuju parkiran kendaraan roda 2. D.O pun mengikuti langkah Sehun.
Chingu? Kenapa kau selalu memanggilku Chingu?” jawab Hayoung  sinis.
Annyeong Chingu. Apa kau ingin pulang?” tanya Sehun. Hayoung hanya menatap Sehun dengan mata yang sinis dan tak menjawab pertanyaan Sehun.
Wae? Apa kau tak suka aku panggil teman?” tanya Sehun lagi. Hayoung hanya diam dan masih menatap Sehun dengan kesal
“Oh? Apa kau ingin aku panggil maknae karena umurku lebih tua darimu? Atau dongsaeng?” tanya Sehun lagi sambil melihat wajah Hayoung dengan dekat.
Yaaaaaa! Kau ini benar-benar....” teriak Hayoung tetapi tiba-tiba para wartawan menghampiri mereka.
Sehun-ssi apa kau sudah selesai kuliah hari ini?” tanya seorang wartawan sambil menyodorkan mic ke Sehun.
Ne.” Jawab Sehun sedikit malas, lalu Sehun pun pergi meninggalkan para wartawan disusul dengan D.O, para wartawan pun yang ingin menyusul Sehun dan D.O dihalangi oleh manager mereka yang tiba-tiba datang.
      Suasana yang tadinya ramai oleh wartawan dan flash kamera-kameranya tiba-tiba berubah menjadi sepi dan hanya tinggal Hayoung seorang diri yang hanya bisa melihat kelakuan idol terkenal itu dari belakang sambil menatap sinis.
“Kau pikir aku bisa kau jadikan temanmu?.” Tanya Hayoung pelan sambil menghela nafas dan segera mengambil motor vespa uniknya yang berwarna putih itu.

***

        Sore itu alunan musik kpop terdengar merdu saat Sehun memasuki sebuah kafe seorang diri. Dari jauh dia melihat kakaknya di meja sudut kafe dengan seorang pria yang tak dikenal oleh Sehun. Tiba-tiba seorang wanita cantik yang duduk di meja sudut kafe itu pun memanggil nama Sehun sambil melambaikan tangannya.
Sehun-aaaah” Yuri noona memanggil Sehun yang memberikan tanda untuk segera duduk di mejanya bersama seorang pria yang belum dikenal Sehun itu.
Sehun pun segera berjalan menuju meja di sudut kafe.
Sehun-ah, perkenalkan ini Dong Hae, temanku yang pernah aku ceritakan padamu.” Yuri menarik lengan Sehun untuk segera menyapa seorang pria yang sedari tadi duduk bersamanya.
“Oh. Annyeonghaseyo, aku Oh Sehun, adik Yuri noona.” sapa Sehun pada Donghae sambil membukukan badannya.
“Lee Dong Hae.” Balas sapa Donghae dengan membukukan badannya juga sambil memberikan senyuman pada Sehun.
“ Aku dengar kau resmi menjadi mahasiswa?” tanya Donghae pada Sehun mulai membuka pembicaraan.
Ne.” Jawab Sehun dengan senyuman kecil.
“Sudah seminggu Sehun menjadi seorang mahasiswa.” Yuri membuka pembicaraan lagi.
         Sehun hanya senyum,  dia melihat Yuri yang terlihat sangat senang sekali dari matanya. Lalu Sehun memindahkan pandangannya pada tangan kiri Donghae. Sehun melihat cincin emas putih yang melingkar di jari manis Donghae, Sehun menatap cincin itu dengan sinis dan penuh tanya sambil memainkan jarinya di atas meja.
“Yuri noona sering menceritakan tentang dirimu padaku.” Ujar Sehun lalu memindahkan pandangannya ke arah wajah Donghae lalu melihat lagi ke arah cincin yang melingkar di jari manis Donghae.
Jinjayo? Wow, oh ya, Sehun-ah kau ingin pesan apa minuman apa?” tanya Donghae.
“hmm.. mianhe aku tidak bisa lama.” Jawab Sehun lalu mengangkat badannya dari atas bangku kafe yang dia duduki.
“Kau ingin kemana?” tanya Yuri pada Sehun.
Noona sepertinya aku harus pulang, banyak tugas kampus yang harus segera ku selesaikan, mianhe. Lain kali kita bisa bertemu lagi.” Ujar Sehun pada Yuri dan Donghae.
Annyeong.” Ucap perpisahan Sehun sore itu di kafe pada Yuri dan Donghae. Sehun pun segera keluar meninggalkan kafe.

***

Ya! Oh Sehun!”
        Terdengar suara perempuan yang memanggil nama Sehun di koridor gedung universitas yang saat itu sepi dan menghentikan langkah Sehun pagi itu. Sehun pun segera menengok ke arah sumber suara yang memanggil namanya itu.
Wae?” Sehun membalas panggilan dari Hayoung yang memanggil namanya itu.
Hayoung pun melangkah menuju Sehun dengan santai sambil melipat tangan di depan dadanya.
“Oh Sehun.” Ucap Hayoung sambil melihat Sehun dari kaki sampai kepala.
“Jadi seperti ini seorang idol terkenal yang memiliki banyak fans?” tanya Hayoung yang agak sedikit meledek.
Wae? Apakah kau salah satu dari fans-ku? Dan mengapa kau memanggilku seperti itu?” tanya Sehun pada Hayoung sambil tersenyum kecil.
“Fans? Kenapa? Apa kau tak suka aku panggil Oh Sehun? Bukankah itu benar namamu?” Tanya Hayoung dengan senyum sinis.
Sehun tak membalas pertanyaan Hayoung dan hanya senyum sinis.
“Oh? Apa kau ingin aku memanggilmu dengan sebutan oppa karena aku lebih muda dari mu?” tanya Hayoung sambil melihat Sehun dengan dekat, dan tersenyum manis.
Sehun hanya menghela nafas.
“Pertanyaan konyol apa ini?” Tanya Sehun pada Hayoung.
“Baiklah sampai bertemu di kelas mata kuliahku hari ini” Ucap Hayoung dengan senyum manis
“Sehun oppa.” Hayoung mengatakannya dengan membisik ke telinga Sehun lalu pergi meninggalkan Sehun dengan senyum manisnya.
“Assshh...kenapa dia membuat aku deg-degan dengan sikapnya yang seperti itu?” Tanya Sehun pada dirinya dengan nada yang pelan sambil memegang dadanya yang sedari tadi jantungnya berdegup.


( Continue to Part 2)



[ Noted:  My fanfic story just fiction and not real. This is just pure my imagination. So please don't bash the man's cast or women's cast if you don't like it, and please don't be copycat, okay (: ]









4 komentar:

  1. Sehunnya koplak :D. Ini keren loh, pemerannya member-member SM yaa kebanyakan, tapi kok gak ada chanyeolnya ya._. ? haha. Keren seruuuu lanjutkan. Ditunggu part-2nya kaka ;;;))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh Hayoung kan Apink bukan artis SM kakak ;) Geuraeyoooo eonni ;)

      Hapus
  2. waah baru nemu anfiction barulagisehun sama hayoung dalam bahasa indonesia :) semangat buat lanjutin fanfiction ini ya :) di tunggu proyek ff seyoung yang baru hehe :D

    BalasHapus