I LOVE MY LECTURE
by : Elsa Vitri
Main
cast :
-
Oh Sehun
-
Oh Hayoung
Cast
:
-
D.O
-
Lee Dong Hae
-
Yuri (Kakak Sehun)
Pagi itu terasa sejuk karena musim semi mulai datang
di kota Seoul. Sehun yang baru saja bangun dari tidur nyenyaknya itu mulai
berjalan menuju meja makan di lantai dasar rumahnya dengan nyawa yang belum
terkumpul. Kakaknya, Yuri yang sedari tadi sudah menunggu Sehun di meja makan
sedang mengolesi roti untuk dirinya dan Sehun.
“Sehun-ah, apa kau sudah mencuci muka dan
menggosok gigi?” tanya Yuri yang sudah tau jawaban Sehun yaitu belum.
“Aniyo.” Jawab Sehun dengan lemas.
“Yaa...kau ini benar-benar, aku ingin bicara
sesuatu padamu.”
“Wae?” Sehun mengambil sebuah apel dari mangkuk
buah di dekatnya.
“Sehun-ah, berapa umurmu?” Yuri menggigit roti
yang sudah diolesi selai coklat.
“23 tahun, wae?” jawab Sehun dengan heran.
“Yaa Sehun-ah, tahun ini aku minta kau untuk
melanjutkan study mu ke perguruan tinggi, sudah sedikit lama jangka
waktumu tidak melanjutkan study semenjak kau lulus dari SMA karena kau memilih
untuk berkarir”
“Mwo? Kau ingin aku masuk ke perguruan tinggi
tahun ini?” tanya Sehun dengan kaget yang sedang menggigit sebuah apel .
“Ne. Kau ingat pesan Appa saat dia akan pergi
meninggalkan kita untuk selamanya saat itu?” Jawab Yuri sambil melihat Sehun
dengan air muka sangat meminta.
“Noona, kau kan juga telat melanjutkan study
sarjanamu, kenapa kau memintaku untuk segera melakukan itu?”
“Sehun-ah, kau ini seorang laki-laki yang
membutuhkan pendidikan tinggi untuk keluargamu nanti, anak-anakmu juga harus
dididik dari seorang ayah yang tidak terkenal saja tapi pintar dan cerdas juga.”
“Arasso, tapi kenapa harus tahun ini? Aku ingin
melanjutkan study perguruan tinggiku sekitar 1 atau 2 tahun lagi.”
“Aku mau tahun ini karena aku tahu idol group-mu
sedang tidak comeback, bukan?, dan apabila kau undur lagi nanti kau mulai
memasukki umur-umur untuk melaksanakan wajib militermu.”
“Tapi...noona?”
“Agensimu pun sudah memberikan izin apabila kau ingin
melanjutkan study perguruan tinggimu, kan?” suara Yuri yang mulai sedikit keras membuat Sehun tak tahu harus membalas dengan kata-kata apa
pada noona-nya itu.
“Bukan kah kemarin kau bilang salah satu member idol
grup-mu ada yang ingin melanjutkan study perguruan tingginya juga sebelum
dia dapat surat panggilan untuk wamil?”
“Ne. D.O hyung.” Sehun menjawab dengan
malas sambil menyeruput segelas susu.
“Kau bisa masuk perguruan tinggi yang sama dengan
D.O.” Jawab Yuri sambil menyeruput secangkir kopi.
“Ne. Johayo.” Jawab Sehun dengan malas sambil
meninggalkan Yuri sendiri.
***
“Hyung, apa kau yakin memilih universitas ini?”
Tanya Sehun sambil melihat sekeliling keadaan kampus yang pagi itu Sehun dan D.O datangi.
“Ne. Banyak artis agensi kita yang lulusan dari
universitas ini.” Jawab D.O sambil menutup pintu mobil. Pagi itu D.O dan Sehun
mengunjungi universitas yang akan mereka pilih untuk study perguruan tinggi
dengan ditemani seorang manajer dari agensinya.
“Apa kau sudah mengisi form pendaftarannya?” Tanya D.O
pada Sehun.
“Form? Oh ne. Sudah.” Jawab Sehun sambil
mengingat-ingat apa dia sudah mengisi apa belum form pendaftaran universitas
yang D.O berikan di dorm tampat mereka latihan siang kemarin.
“Oke...Kajaaa tarawa.” Ajak D.O sambil meletakkan
tangannya di leher Sehun dan segera mengajak Sehun pergi.
“Hyung... apa kau yakin tidak ada wartawan atau sasaeng
yang mengikuti kita kan?” tanya Sehun sambil melihat kanan kiri.
“Ani. Aku rasa tidak ada.” Jawab D.O dengan percaya
diri.
***
Langit pagi itu sangat cerah di perguruan tinggi
Dongguk. Sehun dan D.O mulai menyandang status barunya sebagai mahasiswa di
Universitas Dongguk. Jepretan kamera dari para wartawan mulai menyoroti Sehun
dan D.O yang berjalan di koridor kampus.
“ Sehun-ssi, D.O-ssi, apakah ini hari pertama
kalian belajar di universitas ini? Dan bagaimana perasaan kalian sebagai
seorang mahasiswa?” tanya seorang wartawan laki-laki.
“Ne. Aku dan Sehun merasa sangat senang bisa
melanjutkan lagi study kami.” Jawab D.O sambil memberikan senyuman dari
bibirnya yang berbentuk hati.
“Apakah agensi kalian mengizinkan kaliah untuk pergi
kuliah?” Tanya lagi wartawan laki-laki tersebut.
“Ye. Agensi kita sudah memberikan izin pada
kita untuk pergi kuliah.” Jawab sehun.
“Apakah kalian sudah menemukan teman disini? Apa
kalian akan terus-terusan berdua saja dan tidak bergaul dengan siapa-siapa
sampai kalian lulus?” tanya seorang wartawan wanita yang sedari tadi ingin
bertanya. Sehun dan D.O pun tiba-tiba saling menatap dan memutar otak agar
mereka bisa menjawab pertanyaan dari wartawan wanita tersebut.
“ Ne. Kita sudah punya teman kok disini.” Jawab
Sehun dengan simple, dan D.O pun melihat Sehun dengan air muka yang bingung.
“Yaa! Yeojaaaa!” Tiba-tiba Sehun memanggil
seorang perempuan cantik yang ingin memasuki gedung universitas. Dan perempuan
itu pun seketika menengok ke arah Sehun dengan bingung karena disitu keadaannya
sangat ramai sekali dan tidak seperti biasanya.
“Yaa! Kau perempuan yang ingin masuk ke dalam
gedung, kau temanku kan?.” Teriak Sehun.
“Sehun-ah, siapa dia? Apa kau mengenalnya?”
Tanya D.O pada Sehun yang semakin bingung, suasana apa ini? Dan Sehun pun hanya
memberikan wink pada D.O.
Lalu Sehun berlari kearah perempuan yang dia panggil
tadi yang sudah berhenti dengan muka sangat bingung.
“Nugu ya?” Tanya perempuan itu sambil
mengernyitkan alis.
“Annyeong chinguuu hahaha.” Sehun tiba-tiba
menyapa wanita tersebut sambil memeluk seperti selayaknya teman.
“mwo? Chingu?” tanya perempuan tersebut sambil
menghela nafas.
Para wartawan pun segera mendekat ke arah Sehun dan
perempuan yang dianggap Sehun teman tersebut. D.O yang hanya bisa melihat
kelakuan aneh temannya tersebut pun hanya bisa menghela nafas.
“Sehun-ah. dihari pertama kau sudah buat
masalah.” Ucap D.O dengan nada pelan,
lalu D.O berjalan ke arah Sehun.
“Chingu-ya mari kita pergi ke kelas bersama.”
Ajak Sehun pada perempuan tak dikenal tersebut yang dia anggap teman sambil
merangkul bahu wanita cantik tersebut, segera mereka Sehun meninggalkan para
wartawan yang sedari tadi melontarkan pertanyaan tak menyenangkan.
“Nugu ya? Apa kita kenal?” tanya wanita itu
sedikit agak kesal dan melepaskan tangan Sehun yang sedari merangkul dirinya
saat di depan gedung universitas
“Gomawo, kau menyelamatkanku dari
wartawan-wartawan yang menganggu itu, pasti kau senangkan mendapatkan pelukan
dari member idol terkenal sepertiku. Annyeong semoga kita dapat bertemu
lagi.” Ucap Sehun dengan senyum nakal lalu pergi meninggalkan perempuan
tersebut dengan memberikan perempuan tersebut wink.
“Aisssh, jinja? .” jawab perempuan tersebut
sambil menghela nafasnya.
“Cheosungamnida, maaf temanku memang suka
berulah seperti itu, sekali lagi tolong maafkan temanku.” Ucap maaf D.O yang
datang menyusul sambil membungkukkan badannya di depan perempuan tersebut, lalu
pergi meninggalkan perempuan itu dan menyusul jejak Sehun.
“Aish jinja? Neo micheosso?.” Ucap perempuan
tersebut pelan.
***
Sehun dan D.O memasuki kelas pagi ini yaitu kelas
matematika. Kelas tersebut pun menjadi gaduh sejak datangnya Sehun dan D.O,
terutama para fan girl. Para fan girl di kelas tersebut sibuk dengan memulai
paparazzi Sehun dan D.O dan adapula yang ingin mendekati Sehun dan D.O
untuk fan signing, hanya saja mereka masih dijaga manager mereka selama dosen
belum masuk kelas.
“AAAAAA Sehunnie sarangahaeeee.”
“Kyungsoo oppa gwiyopda, saranghamnida.”
“Pleaseee Sehun oppa D.O oppa selca with me.”
“waah Sehun ganteng banget.”
“Kyungsoo oppa juga keren.”
“Saranghae oppa mani mani saranghae.”
Terdengar suara fan girl yang sangat melengking
di telinga Sehun dan D.O.
“Hyung, aku merasa tidak nyaman duduk di kelas
ini, kenapa fan girl di sini selalu menatapku yang membuatku risih dan
membuat telingaku sakit, apakah tidak bisa kita mendapatkan mata kuliah secara
privat?” Keluh Sehun sambil mengambil headset dari dalam tasnya.
“Yaaa! Kau kata ini universitas nenek moyangmu,
tetaplah bersikap sopan di depan fans-fans selama kau tidak ingin ditinggalkan
oleh fans-mu, dan apa kau mau dapat tanggapan negatif dari para citizens
dan netizens, eung?” Jawab D.O yang harus tetap bersikap friendly
di depan fans-nya dalam kelas itu.
“huff..arasoyo.” jawab Sehun dengan malas
sambil memasang headset ke telinganya.
Keadaan kelas matematika pagi itu pun tetap gaduh
karena adanya Sehun dan D.O. Dosen belum ada tanda-tanda masuk ke dalam kelas
mereka. 15 menit kemudian seorang perempuan cantik memasuki kelas mereka lalu
berdiri di meja dosen dan memperkenalkan dirinya sebagai dosen matematika di
kelas matematika pagi itu. Seketika suasana kelas berubah menjadi tenang dan
damai.
“Annyeonghaseyo.” Sapa perempuan cantik itu
sambil melontarkan senyum manis yang merekah di bibirnya.
“Annyeonghaseyo.” Seluruh mahasiswa di kelas
pun menjawab sapa perempuan cantik.
“Bagaimana kabar kalian?” Tanya perempuan cantik itu
pada seluruh mahasiswa yang ada dalam kelas matematika tersebut.
“Baikkk.” Mahasiswa serentak menjawab pertanyaan
perempuan cantik itu.
“Perkenalkan namaku adalah Oh Hayoung, aku disini yang
akan menjadi dosen matematika kalian.” Perempuan cantik itu memperkenalkan dirinya.
Sehun dan D.O pun saling melihat kaget setelah
perempuan cantik itu memperkenalkan dirinya bahwa dia adalah dosen matematika
“Jadi dia dosen kita hyung? tidak mungkin.”
Bisik Sehun pada D.O sambil mengernyitkan alisnya dan menggeleng-gelengkan
kepalanya.
D.O pun hanya membalas senyum yang bingung.
“Ini adalah tahun pertamaku mengajar menjadi seorang
dosen setelah kelulusan study S3 ku.”
“Jadi kau sudah bergelar professor? Tapi kau masih
muda bagaimana bisa kau menjadi seorang professor?” Tiba-tiba ada seorang mahasiswa melontarkan
pertanyaan pada Hayoung.
“Memangnya berapa usiamu sekarang? Apa kau melakukan
operasi plastik agar terlihat lebih muda?” Sehun pun ikut melontarkan
pertanyaan pada Hayoung.
“Usiaku 21 tahun, aku adalah siswa akselerasi sejak
aku duduk di bangku sekolah dasar, 5
tahun aku belajar di bangku sekolah dasar, 2 tahun aku belajar di SMP, 2 tahun
aku belajar di SMA.” Hayoung menjelaskan dengan santai tanpa merasa kesal karena
telah diberikan pertanyaan yang sedikit menyerangnya.
“wooh! Daebak!.” Tiba-tiba ada mahasiswa di
bangku depan yang memotong cerita Hayoung.
“Setelah itu
aku melanjutkan study ke perguruan tinggi, aku mengikuti program double
deegree dimana aku hanya 4 tahun kuliah untuk mendapatkan gelar doktor,
selanjutnya ayahku memintaku untuk melanjutkan study untuk meraih gelar
professor, 20 tahun aku lulus dari sekolah S3, dan tahun ini aku memulai
pekerjaan ku untuk menjadi seorang dosen matematika. Jadi apakah aku harus
menunjukan seluruh ijazah ku kepada kalian sebagai bukti agar kalian bisa
percaya padaku, eung?” Tanya Hayoung sambil menatap Sehun, yang
seolah-olah pertanyaan itu hanya untuk Sehun.
“Apa kau sedang besar kepala?” tanya Sehun dengan
pertanyaan yang menyerang lagi.
Hayoung menghela nafas kesal.
“Aku tidak sedang besar kepala, aku hanya menjawab
pertanyaan kau saja agar kau percaya dan tidak memberikan pertanyaan yang
menyerang padaku.” Jawab Hayoung sedikit kesal.
“Sehun-ah berhentilah memberikan pertanyaan
seperti itu.” Tukas D.O
“oh arasso~” Jawab Sehun sambil tersenyum kecil
seolah-olah dia bangga membuat emosi Hayoung sedikit menjadi sensitif.
“Okee...baiklah kita mulai saja kelas kita hari ini.” Ujar
Hayoung yang masih menatap kesal ke arah Sehun.
***
1 minggu Sehun menjadi mahasiswa pun berlalu. Siang
itu keadaan kampus mulai terasa terik karena panasnya Matahari. Walaupun sudah
seminggu kuliah, para wartawan tetap ingin tahu kegiatan Sehun dan D.O selama
mereka menjadi mahasiswa.
“Aiissh jinja. Apakah mereka sudah gila?” Sehun
melihat ke arah para wartawan yang sedari tadi sudah menunggu kehadiran Sehun
dan D.O untuk mereka berikan pertanyaan.
“Wae?” tanya D.O yang sedang memainkan
ponselnya lalu melihat ke arah para wartawan.
“Hyung, apa tidak ada jalan pintas yang bisa
keluar dari kampus ini?” tanya Sehun sambil memegang kedua pinggangnya.
“Mollayo.” Jawab D.O dengan menggelengkan
kepalanya.
“Chingu-ya.” Tiba-tiba Sehun berjalan menuruni
anak tangga beranda kampus dan memanggil Hayoung yang sedang berjalan menuju
parkiran kendaraan roda 2. D.O pun mengikuti langkah Sehun.
“Chingu? Kenapa kau selalu memanggilku Chingu?”
jawab Hayoung sinis.
“Annyeong Chingu. Apa kau ingin pulang?” tanya
Sehun. Hayoung hanya menatap Sehun dengan mata yang sinis dan tak menjawab
pertanyaan Sehun.
“Wae? Apa kau tak suka aku panggil teman?”
tanya Sehun lagi. Hayoung hanya diam dan masih menatap Sehun dengan kesal
“Oh? Apa kau ingin aku panggil maknae karena
umurku lebih tua darimu? Atau dongsaeng?” tanya Sehun lagi sambil
melihat wajah Hayoung dengan dekat.
“Yaaaaaa! Kau ini benar-benar....” teriak
Hayoung tetapi tiba-tiba para wartawan menghampiri mereka.
“Sehun-ssi apa kau sudah selesai kuliah hari
ini?” tanya seorang wartawan sambil menyodorkan mic ke Sehun.
“Ne.” Jawab Sehun sedikit malas, lalu Sehun pun
pergi meninggalkan para wartawan disusul dengan D.O, para wartawan pun yang
ingin menyusul Sehun dan D.O dihalangi oleh manager mereka yang tiba-tiba datang.
Suasana yang tadinya ramai oleh wartawan dan flash
kamera-kameranya tiba-tiba berubah menjadi sepi dan hanya tinggal Hayoung
seorang diri yang hanya bisa melihat kelakuan idol terkenal itu dari belakang
sambil menatap sinis.
“Kau pikir aku bisa kau jadikan temanmu?.” Tanya
Hayoung pelan sambil menghela nafas dan segera mengambil motor vespa uniknya
yang berwarna putih itu.
***
Sore itu alunan musik kpop terdengar merdu saat
Sehun memasuki sebuah kafe seorang diri. Dari jauh dia melihat kakaknya di meja
sudut kafe dengan seorang pria yang tak dikenal oleh Sehun. Tiba-tiba seorang
wanita cantik yang duduk di meja sudut kafe itu pun memanggil nama Sehun
sambil melambaikan tangannya.
“Sehun-aaaah” Yuri noona memanggil Sehun
yang memberikan tanda untuk segera duduk di mejanya bersama seorang pria yang
belum dikenal Sehun itu.
Sehun pun segera berjalan menuju meja di sudut kafe.
“Sehun-ah, perkenalkan ini Dong Hae, temanku yang
pernah aku ceritakan padamu.” Yuri menarik lengan Sehun untuk segera menyapa
seorang pria yang sedari tadi duduk bersamanya.
“Oh. Annyeonghaseyo, aku Oh Sehun, adik Yuri noona.”
sapa Sehun pada Donghae sambil membukukan badannya.
“Lee Dong Hae.” Balas sapa Donghae dengan membukukan
badannya juga sambil memberikan senyuman pada Sehun.
“ Aku dengar kau resmi menjadi mahasiswa?” tanya
Donghae pada Sehun mulai membuka pembicaraan.
“ Ne.” Jawab Sehun dengan senyuman kecil.
“Sudah seminggu Sehun menjadi seorang mahasiswa.” Yuri
membuka pembicaraan lagi.
Sehun hanya senyum, dia melihat Yuri yang terlihat sangat senang sekali
dari matanya. Lalu Sehun memindahkan pandangannya pada tangan kiri Donghae.
Sehun melihat cincin emas putih yang melingkar di jari manis Donghae, Sehun
menatap cincin itu dengan sinis dan penuh tanya sambil memainkan jarinya di
atas meja.
“Yuri noona sering menceritakan tentang dirimu
padaku.” Ujar Sehun lalu memindahkan pandangannya ke arah wajah Donghae lalu
melihat lagi ke arah cincin yang melingkar di jari manis Donghae.
“Jinjayo? Wow, oh ya, Sehun-ah kau ingin
pesan apa minuman apa?” tanya Donghae.
“hmm.. mianhe aku tidak bisa lama.” Jawab Sehun
lalu mengangkat badannya dari atas bangku kafe yang dia duduki.
“Kau ingin kemana?” tanya Yuri pada Sehun.
“Noona sepertinya aku harus pulang, banyak tugas
kampus yang harus segera ku selesaikan, mianhe. Lain kali kita bisa
bertemu lagi.” Ujar Sehun pada Yuri dan Donghae.
“Annyeong.” Ucap perpisahan Sehun sore itu di
kafe pada Yuri dan Donghae. Sehun pun segera keluar meninggalkan kafe.
***
“Ya! Oh Sehun!”
Terdengar suara perempuan yang memanggil nama Sehun di
koridor gedung universitas yang saat itu sepi dan menghentikan langkah Sehun
pagi itu. Sehun pun segera menengok ke arah sumber suara yang memanggil namanya
itu.
“Wae?” Sehun membalas panggilan dari Hayoung
yang memanggil namanya itu.
Hayoung pun melangkah menuju Sehun dengan santai
sambil melipat tangan di depan dadanya.
“Oh Sehun.” Ucap Hayoung sambil melihat Sehun dari
kaki sampai kepala.
“Jadi seperti ini seorang idol terkenal yang memiliki
banyak fans?” tanya Hayoung yang agak sedikit meledek.
“Wae? Apakah kau salah satu dari fans-ku? Dan mengapa
kau memanggilku seperti itu?” tanya Sehun pada Hayoung sambil tersenyum kecil.
“Fans? Kenapa? Apa kau tak suka aku panggil Oh
Sehun? Bukankah itu benar namamu?” Tanya Hayoung dengan senyum sinis.
Sehun tak membalas pertanyaan Hayoung dan hanya senyum
sinis.
“Oh? Apa kau ingin aku memanggilmu dengan sebutan oppa
karena aku lebih muda dari mu?” tanya Hayoung sambil melihat Sehun dengan
dekat, dan tersenyum manis.
Sehun hanya menghela nafas.
“Pertanyaan konyol apa ini?” Tanya Sehun pada Hayoung.
“Baiklah sampai bertemu di kelas mata kuliahku hari
ini” Ucap Hayoung dengan senyum manis
“Sehun oppa.” Hayoung mengatakannya dengan
membisik ke telinga Sehun lalu pergi meninggalkan Sehun dengan senyum manisnya.
“Assshh...kenapa dia membuat aku deg-degan dengan
sikapnya yang seperti itu?” Tanya Sehun pada dirinya dengan nada yang pelan
sambil memegang dadanya yang sedari tadi jantungnya berdegup.
( Continue to Part 2)
[ Noted: My fanfic story just fiction and not real. This is just pure my imagination. So please don't bash the man's cast or women's cast if you don't like it, and please don't be copycat, okay (: ]

Sehunnya koplak :D. Ini keren loh, pemerannya member-member SM yaa kebanyakan, tapi kok gak ada chanyeolnya ya._. ? haha. Keren seruuuu lanjutkan. Ditunggu part-2nya kaka ;;;))
BalasHapusOh Hayoung kan Apink bukan artis SM kakak ;) Geuraeyoooo eonni ;)
Hapuswaah baru nemu anfiction barulagisehun sama hayoung dalam bahasa indonesia :) semangat buat lanjutin fanfiction ini ya :) di tunggu proyek ff seyoung yang baru hehe :D
BalasHapusGomapseumnida^v^
Hapus