Minggu, 06 Januari 2013

TULISAN SOFTSKILL

TULISAN SOFTSKILL :
PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
Kalau bicara soal masalah pertumbuhan penduduk di Indonesia mungkin bukan suatu masalah yang asing lagi didengar, karena kini makin meledak jumlah penduduk di Indonesia. Dan di samping itu, makin terbatasnya sumber daya dan sangat minimnya lapangan kerja dan pendidikan untuk anak-anak Indonesia. Faktor lain dari meledaknya pertumbuhan penduduk di Indonesia adalah jumlah wanita dalam usia subur. Karena faktor ini angka kelahiran/fertilitas di desa atau di kota meningkat. Kini banyak orang dari desa yang memilih untuk merubah nasib hidupnya menjadi lebih baik untuk merantau ke ibukota, alhasil makin pesatnya pertumbuhan penduduk di ibukota, dan ternyata kehidupan di kota pun tidak seindah yang mereka bayangkan. Kini kian banyak rakyat kurang mampu/orang miskin yang tinggal di ibukota karena minimnya lapangan kerja yang disediakan dan tidak mampunya mereka untuk mendanai anaknya sekolah. Sebenarnya, kini pemerintah sudah bijaksana memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak yang kurang mampu, tapi disini banyak sekali anak-anak Indonesia yang tidak bisa merasakan bangku pendidikan. Karena kurang mampunya orang tua untuk menghidupi kebutuhan kehidupannya sehari-hari, banyak anak-anak yang masih berusia pendidikan malah membantu orang tuanya mencari nafkah. Kebanyakan orang-orang desa yang datang ke ibukota ini adalah orang-orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi dan hanya modal nekat. Tapi disamping tidak hanya orang-orang yang bermodal nekat saja yang datang ke ibukota, adapula golongan muda yang berusia produktif yang misalnya baru sarjana mencoba datang ke ibukota untuk bekerja di perusahaan-perusahaan di ibukota. Akan tetapi, karena golongan muda yang ingin merubah nasibnya di ibukota ini mempengaruhi kelancaran pembagunan desa. Karena banyaknya masyarakat desa melakukan urbanisasi ke ibukota makin beragam kebudayaan-kebudayaan yang berada di ibukota. Karena, pasti yang datang untuk merantau ke ibukota tidak hanya dari satu suku saja, tetapi dari berbagai macam suku. Dan disini kita bisa mengerti tentang kebudayaan-kebudayaan Indonesia, dari seperti gaya bahasanya ataupun adat istiadatnya. Unsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian Indoenesia adalah kebudayaan barat. Kebudayaan barat ini mulai mempengaruhi masyarakat Indonesia. Sudah seharusnya kita sebagai warga asia timur tengah, bahwa dalam menerima setiap kebudayaan datang dari luar, kebudayaan yang kita miliki janganlah diabaikan, tetapi disesuaikanlah kebudayaan baru itu dengan kebudayaan yang lama. Kebudayaan modern cenderung ke hal yang sifatnya hedonisme, sehingga merendahkan martabat umat manusia. Seperti kasus yang belum lama ini terjadi pembatalan Konser Lady Gaga, secara pribadi saya senang karena Konser Lady Gaga dibatalkan, karena menurut informasi yang saya dapatkan dari berbagai macam media, Lady Gaga adalah seorang illuminati. Illuminati adalah sekolompok yang menganut pada ajaran setan. Nah, ini adalah salah satu kebudayaan baru yang mencoba masuk ke dalam negeri kita. Saya tahu walaupun Lady Gaga hanya konser yang durasi nya kurang lebih 2-3 jam saja. Dan yang saya lihat dari berita di televisi, Lady Gaga selalu berbusana yang tidak sopan. Sebenarnya tidak hanya Lady Gaga saja tetapi banyak public figur atau masyarakat di Indonesia yang tidak sopan dalam berbusana. Mohon maaf jika ada fans Lady Gaga yang membaca tulisan saya ini, karena saya hanya menuliskan tentang informasi yang saya dapatkan. Ini adalah salah satu dari contoh kebudayaan barat yang mulai mempengaruhi negeri kita. Kembali lagi pada kebudayaan yang berada di Indonesia, dan sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, apakah bangsa Indonesia sanggup menemukan jalan  untuk menumbuhkan kebudayaan yang sehat? Kita sebagai warga negara yang peduli terhadap kebudayaan di Indonesia, marilah kita cintai dan lestarikan kebudayaan yang bangsa kita miliki. Sebenarnya Indonesia ini kaya akan kebudayaannya, tetapi terkadang masyarakat Indonesia sendiri yang tidak peduli akan kebudayaannya. Apabila negara lain meng-klaim kebudayaan kita baru kita peduli atau marah. Maka dari itu, cintailah kebudayaan bangsa kita. Jangan mau salah satu kebudayaan kita diaku oleh negara lain. Hidup Indonesia!!!!. Sekian dulu tulisan saya ini, mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan kurang berkenan kiranya. Terima Kasih. Salam Mahasiswa!! J

TUGAS SOFTSKILL

TUGAS SOFTSKILL:
BAB 2
PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
A. PERTUMBUHAN PENDUDUK 
  Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang mendorong aspek-aspek kehidupan sosial, seperti aspek sosial, ekonomi dan politik. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut bertambahlah sistem mata pencaharian dari yang bersifat homogen menjadi kompleks. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu masalah penting di kehidupan khususnya di masalah sosial. Selain berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk, pertumbuhan penduduk juga mempengaruhi kondisi sosial ekonomi di suatu daerah atau negara bahkan dunia. Misalnya, dengan bertambahnya penduduk otomatis haru bertambah pula sumber daya manusia seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan. Apabila pertumbuhan penduduk tidak dimbangi dengan fasilitas-fasilitas tersebut, maka makin meningkat angka kemiskinan, pengangguran, anak-anak yang tidak bisa merasakan bangku pendidikan dan kejahatan. Pertambahan penduduk di suatu daerah umunya dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi, diantaranya:
1.      Kematian (Mortalitas)
2.      Kelahiran (Fertilitas)
3.      Migrasi
Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut dapat diukur dengat tingkat/rate. Tingkat/rate adalah kejadian dari peristiwa yang menyatukan bentuk perbandingan. Biasanya perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 1000 penduduk.
1.      Kematian/Mortalitas
Ada beberapa tingkat jenis kematian. Akan tetapi disini hanya dijelaskan 2 jenis tingkat kematian, yaitu :
a.       Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)
Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan setiap 1000 orang. Pada negara yang sudah maju angka kematian kasar relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara yang sedang berkembang.
b.      Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Karena tingkat kematian ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain seperti umur, jenis kelamin, pekerjaan. Misalnya, wanita berumur diatas 50 tahun kemungkinan lebih besar untuk mati daripada wanita yang berumur dibawah 25 tahun. Dan contohnya lagi, seorang laki-laki yang sedang berada di medan perang kemungkinan juga lebih besar untuk mati daripada istri mereka yang berada di rumah.
2.      Fertilitas/Kelahiran hidup
Pengukuran fertilitas tidak semudah seperti pengukuran mortalitas, hal disebabkan karena:
a.       Sulit memperoleh statistik angka kelahiran karena banyak bayi-bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran. Tidak dicatatkan dalam angka kematian atau kelahiran tapi lebih sering dicatat sebagai lahir mati.
b.      Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali).
c.       Makin tua umur wanita tidaklah berarti bahwa kemungkinan mempunyai anak menurun.
d.      Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kesempatan melakukan.
Ada dua istilah asing yang keduanya diterjemahkan sebagai kesuburan.
1)      Facundity (kesuburan)
Facundity adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk melahirkan anak.
2)      Fertility (fertilitas)
Fertilitas adalah jumlah kelahiran hidup dari wanita atau sekelompok wanita. Yang dimaksud lahir hidup adalah kelahiran yang memiliki cir-ciri kehidupan, misalnya: bernafas, bergerak, berteriak/menangis, ada denyut jantungnya dan sebagainya.

3.      Migrasi
Migrasi adalah aspek dinamis dalam kehidupan kelompok dalam ruang. Migrasi ini adalah merupakan akibat lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Akibatnya lingkungan alam yang kurang menguntungkan tersebut menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah tersebut. Secara garis besar di Indonesia terbagi 2 akibat migrasi, yaitu:
a.       Urbanisasi adalah migrasi dari desa ke kota. Biasanya para urbanit terdiri dari golongan umur muda yang sangat produktif dan banyak inisiatifnya. Akibatnya memungkinkan pertumubuhan penduduk di kota semakin pesat dan pembagunan desanya sedikit banyak akan mempengaruhi kelancarannya.
b.      Migrasi Interegional di Indonesia kebanyakan dilaksananakan oleh mereka yang tergolong berumur produktif dan memiliki kreatifitas tinggi. Hal tersebut memungkinkan tigginya angka pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang terjadi di luar pulau jawa.
Ada tiga jenis struktur penduduk:
1)      Piramida Penduduk Muda
Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan atau sedang berkembang.
2)      Piramida Stationer
Bentuk piramida ini menggambarkan pertumbuhan penduduk tetap (statis), dimana angka kematian rendah dan angka kelahiran pun tidak terlalu tinggi.
3)      Piramida Penduduk Tua
Bentuk piramida ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian yang sangat rendah.

B. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
Banyak penelitian Antrophologi budaya yang meneliti adanya korelasi antara corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadian anggota masyarakat, secara garis besar. Terdapat opini umum yang menyatakan bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan. Setiap masyarakat pasti memiliki sistem nilai dan sistem kaidah yang konkrit. Nilai dan kaidah yang berisikan harapan-harapan masyarakat, perihal perilaku yang pantas. Misalnya, suatu kaidah umum yang memberikan batas-batas perilaku seseorang. Batas-batas tersebut menjadi “aturan permainan” dalam pergaulan kehidupan. Sifat-sifat kepribadian yang berakar dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatau kelompok suatu masyarakat dapat dikatakan sebagai hukum adat. Selain itu, ciri-ciri kepribadian masyarakat juga tercermin dalam penamilan sikap sehari-hari. Ciri khas kepribadian suatau bangsa dalam bentuk lain dapat dilihat dalam bermacam-macam hasil karya budayanya. Misalnya, karya budaya seperti seni tari, seni ukir, seni sastra, seni bangunan, atau dalam berbagai aneka ragam bentuk pakaian adatnya. Sesuai dengan semboyan Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika yang artinya adalah berbeda-berbeda tetap satu jua. Indonesia memiliki ke bhinekaan dalam hal bahasa, adat istiadat, berbagai ragam karya budaya dari ke bhinekaan suku-suku bangsanya yang berbeda-beda. Kepribadian bangsa Indonesia yang ramah tamah, suka menolong, memiliki sifat kegotong royongan adalah ciri umum dari sekian banyak kepribadian suku-suku bangsa yang berada di Republik Indonesia, dan terpatri menjadi ciri khas kepribadian bangsa Indonesia.

TULISAN SOFTSKILLL

TULISAN SOFTSKILL :
ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI MATA KULIAH DASAR UMUM

    Mungkin baru pertama kali saya mengenal mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ini, karena saya Maba (mahasiswa baru) jadi masih agak asing dengan apa itu ilmu sosial dasar. Di dengar dari namanya saya befikir mungkin ilmu sosial dasar ini ada kaitannya dengan ilmu pengetahuan sosial dulu seperti yang saya dapati ilmunya waktu saya duduk di bangku SMP dan SMA. Saya bisa ambil kesimpulan setelah saya mendapatkan tugas merangkum dari dosen softskill saya. Apa sih ilmu sosial dasar itu? Nah, disini saya mulai mengerti ternyata Ilmu sosial dasar itu adalah pengetahuan yang meneliti masalah-masalah sosial yang diwujudkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia dengan menggunakan dari berbagai macam pengertian (fakta,konsep,teori). Dan kenapa ilmu sosial dasar di Perguruan Tinggi itu dijadikan MKDU (mata kuliah dasar umum)? Karena disini mahasiswa akan diberikan suatu pengetahuan dimana mahasiswa dapat mengkaji gejala-gejala sosial dari pengertian umum atau konsep-konsep yang dikembangkan agar mahasiswa memiliki daya tanggap, penalaran, dan kepekaan dalam menghadapi masalah-masalah sosial yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Dan disini mengajak mahasiswa untuk menjadi mahasiswa yang aktif dalam hal yang positif, karena saat ini Indonesia sangat mengharapkan Perguruan Tinggi dapat menghasilkan lulusan sarjana yang terampil dalam berbicara dan ahli dalam bidang yang ditekuninya. Untuk menjadi sarjana yang sujana, diharapkan harus memiliki seperangkat kemampuan yaitu: kemampuan akademik, kemampuan profesi dan kemampuan pribadi. Menurut saya dari seperangkat kemampuan tersebut harus ada sinkronisasi, dimana agar semuanya menjadi seimbang. Contohnya,  kita jenius dalam akademik tetapi kemampuan profesi dan pribadi kita sangat minim, jadi untuk apa kalo kita hanya pintar dalam hal material yang mengharapkan indeks prestasi kumulatif (IPK) mencapai 4,00 tetapi kita tidak punya basic kemampuan untuk mereaksikan materi itu ke dalam kehidupan masyarakat, sepertinya itu lebih mirip dengan robot yang jago menyelesaikan soal tetapi pasif dalam menghadapi hal kehidupan .Jika dianalogikan misalnya kita pandai dalam menulis hal resep masakan, tetapi kita tidak punya keahlian dalam memasak, jadi bagaimana kita bisa mereaksikan sebuah resep itu menjadi sebuah output, oke itu untuk hal skill. Untuk hal penalaran kita sebagai mahasiswa juga harus aktif di dalam kehidupan masyarakat, jangan jadi mahasiswa yang kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang), apa mahasiswa seperti itukah yang diperlukan oleh bangsa kita sebagai generasi penerus? Sudah pasti jawabannya TIDAK. Mahasiswa mesti peduli dengan masalah-masalah terjadi yang di lingkungan sosial dan mencoba menanggulanginya. Kata dari menanggulangi tidak harus berupa fisik, tapi bisa saja kan kita menyumbang pikiran atau aspirasi kita untuk menyelesaikannya melalui media-media yang tersedia. Bagi-bagi para mahasiswa di Indonesia, tunjukanlah etika kita sebagai mahasiswa yang baik dan peduli bangsa. Jangan ke kampus hanya modal nampang saja dan sering bolos. Ingat kawan kuliah itu mahal kuliah itu gak murah. Bersyukurlah kita bisa menikmati bangku perkuliahan walaupun kuliah itu banyak tugas-tugasnya, karena banyak diluar sana teman-teman kita yang cita-cita mau kuliah tapi terhalang karena biaya. Dan satu lagi tetap semangat, karena sukses itu akan datang dari mana saja apabila kita berdoa dan berusaha. Sekian dulu tulisan saya ini, semoga ada sedikit manfaatnya, karena saya kurang expert dalam hal menulis jadi mohon maaf apabila ada kesalahan kata yang kurang berkenan kiranya. Keep spirit! Keep cheer up ! Thank You. Salam Mahasiswa!! J

TUGAS SOFTSKILL


TUGAS SOFTSKILL :
BAB I
ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI MATA KULIAH DASAR UMUM
A. PENDAHULUAN
1. Kemampuan akademik
2. Kemampuan profesi
3. Kemampuan pribadi
   Dengan memiliki kemampuan tersebut, pendidikan tinggi sangat  diharapkan dapat menghasilkan lulusan sarjana yang sujana yaitu sarjana yang pandai bicara dalam hal positif dan memiliki keahlian di bidangnya, dan mampu mengamalkan kemampuannya untuk masyarakat dan umat manusia pada umumnya.
    Pencapaian kemampuan akademik dan kemampuan profesi telah diusahakan melalui mata kuliah keahlian (MKK), yaitu mata kuliah sesuai ilmu pengetahuannya masing-masing yang didapatkan selama di perguruan tinggi, dan disamping kegiatan yang bersifat kokurikuler yang dapat menunjang kegiatan yang sifatnya kurikuler. Dari kedua kemampuan tersebut bertujuan untuk memberikan keahlian dalam bidangnya dan menerapkannya di dalam masyarakat.
   Adapun kemampuan pribadi yang tergabung dalam mata kuliah dasar umum (MKDU) yang terdiri atas :
1. Pancasila
2. Agama
3. Kewiraan
4. Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa
5. Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
6. Ilmu Sosial Dasar (ISD)
7. Ilmu Budaya Dasar (IBD)
   Dari ketujuh mata kuliah dasar umum diatas di perguruan tinggi di Indonesia pada dasarnya terbagi 2 kelompok. Kelompok pertama meliputi mata kuliah : Pancasila; Pendidikan Agama; Kewiraan dan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. Kelompok ini diharapkan dapat memberikan pedoman bagi para pelajar agar menjadi warga negara yang terpelajar dan memiliki moral yang baik. Keempat mata kuliah tersebut sangat menentukan nilai kelulusan bagi pelajar. Untuk kelompok mata kuliah kedua meliputi : IAD; ISD dan IBD. Kelompok mata kuliah ini mengharapkan bagi pelajar agar memiliki kepekaan pada lingkungan alamiah, lingkungan sosial dan lingkungan budaya.

B. ISD : PENGERTIAN, TUJUAN, ISD dan IPS
   1. Pengertian
     Ilmu sosial dasar adalah suatu pengetahuan yang meneliti masalah-masalah sosial di dalam lingkungan masyarakat dengan menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu pengetahuan sosial. Ilmu sosial adalah salah bahan satu studi atau program pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentinga pendidikan/pengajaran di Indonesia yang diberikan di perguruan tinggi. Ilmu sosial dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena ilmu sosial dasar tidak memiliki obyek dan metode ilmiah, dan ilmu sosial dasar juga tidak mengembangkan suatu penelitian bahwa suatu disiplin ilmu seperti ilmu-ilmu sosial yang lainnya. Ilmu sosial dasar ini diberikan di perguruan tinggi agar mahasiswa dapat mengkaji gejala-gejala sosial yang terjadi di lingkungan sekitar agar daya tanggap, persepsi dan penalaran dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan sehingga dapat lebih peka terhadapnya.
   2. Tujuan
      Tujuan dari ilmu sosial dasar dalam pembinaan mahasiswa agar :
a.       Memahami dan menyadari adanya kenyataan dan masalah-masalah sosial dalam kehidupan di masyarakat.
b.      Peka terhadap masalah-masalah sosial dan ikut serta dalam usaha-usaha dalam menaggulanginya.
c.       Menyadari bahwa masalah-masalah sosial dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekati dan mempelajari secara kritis-interdisipliner.
d.      Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lainnya dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam menanggulangi masalah-masalh sosial di dalam kehidupan masyarakat.
3. Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial
    Ilmu sosial dasar dan ilmu pengetahuan sosial kedua-duanya mempunyai persamaan dan perbedaan.
    Adapun persamaan diantara keduanya :
a.       Kedua-duanya adalah bahan studi untuk kepentingan program pendidikan / pengajaran.
b.      Kedua-duanya adalah bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c.       Kedua-duanya mempunyai materi dari kenyataan sosial dan masalah sosial.
  Dan adapun perbedaan diantara keduanya :
a.       Ilmu sosial dasar diberikan di perguruan tinggi, dan sedangkan ilmu pengetahuan sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan
b.      Ilmu sosial dasar adalah mata kuliah tunggal, sedangkan ilmu pengetahuan sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
c.       Ilmu sosial dasar diarahkan dalam pembentukan sikap dan kepribadian seseorang, sedangkan ilmu pengetahuan sosial diarahkan dalam pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.