Minggu, 06 Januari 2013

TUGAS SOFTSKILL

TUGAS SOFTSKILL:
BAB 2
PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
A. PERTUMBUHAN PENDUDUK 
  Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang mendorong aspek-aspek kehidupan sosial, seperti aspek sosial, ekonomi dan politik. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut bertambahlah sistem mata pencaharian dari yang bersifat homogen menjadi kompleks. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu masalah penting di kehidupan khususnya di masalah sosial. Selain berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk, pertumbuhan penduduk juga mempengaruhi kondisi sosial ekonomi di suatu daerah atau negara bahkan dunia. Misalnya, dengan bertambahnya penduduk otomatis haru bertambah pula sumber daya manusia seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan. Apabila pertumbuhan penduduk tidak dimbangi dengan fasilitas-fasilitas tersebut, maka makin meningkat angka kemiskinan, pengangguran, anak-anak yang tidak bisa merasakan bangku pendidikan dan kejahatan. Pertambahan penduduk di suatu daerah umunya dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi, diantaranya:
1.      Kematian (Mortalitas)
2.      Kelahiran (Fertilitas)
3.      Migrasi
Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut dapat diukur dengat tingkat/rate. Tingkat/rate adalah kejadian dari peristiwa yang menyatukan bentuk perbandingan. Biasanya perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 1000 penduduk.
1.      Kematian/Mortalitas
Ada beberapa tingkat jenis kematian. Akan tetapi disini hanya dijelaskan 2 jenis tingkat kematian, yaitu :
a.       Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)
Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan setiap 1000 orang. Pada negara yang sudah maju angka kematian kasar relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara yang sedang berkembang.
b.      Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Karena tingkat kematian ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain seperti umur, jenis kelamin, pekerjaan. Misalnya, wanita berumur diatas 50 tahun kemungkinan lebih besar untuk mati daripada wanita yang berumur dibawah 25 tahun. Dan contohnya lagi, seorang laki-laki yang sedang berada di medan perang kemungkinan juga lebih besar untuk mati daripada istri mereka yang berada di rumah.
2.      Fertilitas/Kelahiran hidup
Pengukuran fertilitas tidak semudah seperti pengukuran mortalitas, hal disebabkan karena:
a.       Sulit memperoleh statistik angka kelahiran karena banyak bayi-bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran. Tidak dicatatkan dalam angka kematian atau kelahiran tapi lebih sering dicatat sebagai lahir mati.
b.      Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali).
c.       Makin tua umur wanita tidaklah berarti bahwa kemungkinan mempunyai anak menurun.
d.      Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kesempatan melakukan.
Ada dua istilah asing yang keduanya diterjemahkan sebagai kesuburan.
1)      Facundity (kesuburan)
Facundity adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk melahirkan anak.
2)      Fertility (fertilitas)
Fertilitas adalah jumlah kelahiran hidup dari wanita atau sekelompok wanita. Yang dimaksud lahir hidup adalah kelahiran yang memiliki cir-ciri kehidupan, misalnya: bernafas, bergerak, berteriak/menangis, ada denyut jantungnya dan sebagainya.

3.      Migrasi
Migrasi adalah aspek dinamis dalam kehidupan kelompok dalam ruang. Migrasi ini adalah merupakan akibat lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Akibatnya lingkungan alam yang kurang menguntungkan tersebut menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah tersebut. Secara garis besar di Indonesia terbagi 2 akibat migrasi, yaitu:
a.       Urbanisasi adalah migrasi dari desa ke kota. Biasanya para urbanit terdiri dari golongan umur muda yang sangat produktif dan banyak inisiatifnya. Akibatnya memungkinkan pertumubuhan penduduk di kota semakin pesat dan pembagunan desanya sedikit banyak akan mempengaruhi kelancarannya.
b.      Migrasi Interegional di Indonesia kebanyakan dilaksananakan oleh mereka yang tergolong berumur produktif dan memiliki kreatifitas tinggi. Hal tersebut memungkinkan tigginya angka pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang terjadi di luar pulau jawa.
Ada tiga jenis struktur penduduk:
1)      Piramida Penduduk Muda
Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan atau sedang berkembang.
2)      Piramida Stationer
Bentuk piramida ini menggambarkan pertumbuhan penduduk tetap (statis), dimana angka kematian rendah dan angka kelahiran pun tidak terlalu tinggi.
3)      Piramida Penduduk Tua
Bentuk piramida ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian yang sangat rendah.

B. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
Banyak penelitian Antrophologi budaya yang meneliti adanya korelasi antara corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadian anggota masyarakat, secara garis besar. Terdapat opini umum yang menyatakan bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan. Setiap masyarakat pasti memiliki sistem nilai dan sistem kaidah yang konkrit. Nilai dan kaidah yang berisikan harapan-harapan masyarakat, perihal perilaku yang pantas. Misalnya, suatu kaidah umum yang memberikan batas-batas perilaku seseorang. Batas-batas tersebut menjadi “aturan permainan” dalam pergaulan kehidupan. Sifat-sifat kepribadian yang berakar dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatau kelompok suatu masyarakat dapat dikatakan sebagai hukum adat. Selain itu, ciri-ciri kepribadian masyarakat juga tercermin dalam penamilan sikap sehari-hari. Ciri khas kepribadian suatau bangsa dalam bentuk lain dapat dilihat dalam bermacam-macam hasil karya budayanya. Misalnya, karya budaya seperti seni tari, seni ukir, seni sastra, seni bangunan, atau dalam berbagai aneka ragam bentuk pakaian adatnya. Sesuai dengan semboyan Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika yang artinya adalah berbeda-berbeda tetap satu jua. Indonesia memiliki ke bhinekaan dalam hal bahasa, adat istiadat, berbagai ragam karya budaya dari ke bhinekaan suku-suku bangsanya yang berbeda-beda. Kepribadian bangsa Indonesia yang ramah tamah, suka menolong, memiliki sifat kegotong royongan adalah ciri umum dari sekian banyak kepribadian suku-suku bangsa yang berada di Republik Indonesia, dan terpatri menjadi ciri khas kepribadian bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar