Kamis, 10 Januari 2013

PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Kalau bicara soal masalah pertumbuhan penduduk di Indonesia mungkin bukan suatu masalah yang asing lagi didengar, karena kini makin meledak jumlah penduduk di Indonesia. Dan di samping itu, makin terbatasnya sumber daya dan sangat minimnya lapangan kerja dan pendidikan untuk anak-anak Indonesia. Faktor lain dari meledaknya pertumbuhan penduduk di Indonesia adalah jumlah wanita dalam usia subur. Karena faktor ini angka kelahiran/fertilitas di desa atau di kota meningkat. Kini banyak orang dari desa yang memilih untuk merubah nasib hidupnya menjadi lebih baik untuk merantau ke ibukota, alhasil makin pesatnya pertumbuhan penduduk di ibukota, dan ternyata kehidupan di kota pun tidak seindah yang mereka bayangkan. Kini kian banyak rakyat kurang mampu/orang miskin yang tinggal di ibukota karena minimnya lapangan kerja yang disediakan dan tidak mampunya mereka untuk mendanai anaknya sekolah. Sebenarnya, kini pemerintah sudah bijaksana memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak yang kurang mampu, tapi disini banyak sekali anak-anak Indonesia yang tidak bisa merasakan bangku pendidikan. Karena kurang mampunya orang tua untuk menghidupi kebutuhan kehidupannya sehari-hari, banyak anak-anak yang masih berusia pendidikan malah membantu orang tuanya mencari nafkah. Kebanyakan orang-orang desa yang datang ke ibukota ini adalah orang-orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi dan hanya modal nekat. Tapi disamping tidak hanya orang-orang yang bermodal nekat saja yang datang ke ibukota, adapula golongan muda yang berusia produktif yang misalnya baru sarjana mencoba datang ke ibukota untuk bekerja di perusahaan-perusahaan di ibukota. Akan tetapi, karena golongan muda yang ingin merubah nasibnya di ibukota ini mempengaruhi kelancaran pembagunan desa. Karena banyaknya masyarakat desa melakukan urbanisasi ke ibukota makin beragam kebudayaan-kebudayaan yang berada di ibukota. Karena, pasti yang datang untuk merantau ke ibukota tidak hanya dari satu suku saja, tetapi dari berbagai macam suku. Dan disini kita bisa mengerti tentang kebudayaan-kebudayaan Indonesia, dari seperti gaya bahasanya ataupun adat istiadatnya. Unsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian Indoenesia adalah kebudayaan barat. Kebudayaan barat ini mulai mempengaruhi masyarakat Indonesia. Sudah seharusnya kita sebagai warga asia timur tengah, bahwa dalam menerima setiap kebudayaan datang dari luar, kebudayaan yang kita miliki janganlah diabaikan, tetapi disesuaikanlah kebudayaan baru itu dengan kebudayaan yang lama. Kebudayaan modern cenderung ke hal yang sifatnya hedonisme, sehingga merendahkan martabat umat manusia. Seperti kasus yang belum lama ini terjadi pembatalan Konser Lady Gaga, secara pribadi saya senang karena Konser Lady Gaga dibatalkan, karena menurut informasi yang saya dapatkan dari berbagai macam media, Lady Gaga adalah seorang illuminati. Illuminati adalah sekolompok yang menganut pada ajaran setan. Nah, ini adalah salah satu kebudayaan baru yang mencoba masuk ke dalam negeri kita. Saya tahu walaupun Lady Gaga hanya konser yang durasi nya kurang lebih 2-3 jam saja. Dan yang saya lihat dari berita di televisi, Lady Gaga selalu berbusana yang tidak sopan. Sebenarnya tidak hanya Lady Gaga saja tetapi banyak public figur atau masyarakat di Indonesia yang tidak sopan dalam berbusana. Mohon maaf jika ada fans Lady Gaga yang membaca tulisan saya ini, karena saya hanya menuliskan tentang informasi yang saya dapatkan. Ini adalah salah satu dari contoh kebudayaan barat yang mulai mempengaruhi negeri kita. Kembali lagi pada kebudayaan yang berada di Indonesia, dan sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, apakah bangsa Indonesia sanggup menemukan jalan  untuk menumbuhkan kebudayaan yang sehat? Kita sebagai warga negara yang peduli terhadap kebudayaan di Indonesia, marilah kita cintai dan lestarikan kebudayaan yang bangsa kita miliki. Sebenarnya Indonesia ini kaya akan kebudayaannya, tetapi terkadang masyarakat Indonesia sendiri yang tidak peduli akan kebudayaannya. Apabila negara lain meng-klaim kebudayaan kita baru kita peduli atau marah. Maka dari itu, cintailah kebudayaan bangsa kita. Jangan mau salah satu kebudayaan kita diaku oleh negara lain. Hidup Indonesia!!!!. Sekian dulu tulisan saya ini, mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan kurang berkenan kiranya. Terima Kasih. Salam Mahasiswa!! J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar