Mungkin baru
pertama kali saya mengenal mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ini, karena saya Maba
(mahasiswa baru) jadi masih agak asing dengan apa itu ilmu sosial dasar. Di
dengar dari namanya saya befikir mungkin ilmu sosial dasar ini ada kaitannya
dengan ilmu pengetahuan sosial dulu seperti yang saya dapati ilmunya waktu saya
duduk di bangku SMP dan SMA. Saya bisa ambil kesimpulan setelah saya mendapatkan
tugas merangkum dari dosen softskill saya. Apa sih ilmu sosial dasar itu? Nah, disini
saya mulai mengerti ternyata Ilmu sosial dasar itu adalah pengetahuan yang
meneliti masalah-masalah sosial yang diwujudkan dalam kehidupan masyarakat
Indonesia dengan menggunakan dari berbagai macam pengertian
(fakta,konsep,teori). Dan kenapa ilmu sosial dasar di Perguruan Tinggi itu
dijadikan MKDU (mata kuliah dasar umum)? Karena disini mahasiswa akan diberikan
suatu pengetahuan dimana mahasiswa dapat mengkaji gejala-gejala sosial dari
pengertian umum atau konsep-konsep yang dikembangkan agar mahasiswa memiliki
daya tanggap, penalaran, dan kepekaan dalam menghadapi masalah-masalah sosial
yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Dan disini mengajak mahasiswa untuk
menjadi mahasiswa yang aktif dalam hal yang positif, karena saat ini Indonesia
sangat mengharapkan Perguruan Tinggi dapat menghasilkan lulusan sarjana yang
terampil dalam berbicara dan ahli dalam bidang yang ditekuninya. Untuk menjadi
sarjana yang sujana, diharapkan harus memiliki seperangkat kemampuan yaitu:
kemampuan akademik, kemampuan profesi dan kemampuan pribadi. Menurut saya dari
seperangkat kemampuan tersebut harus ada sinkronisasi, dimana agar semuanya
menjadi seimbang. Contohnya, kita jenius
dalam akademik tetapi kemampuan profesi dan pribadi kita sangat minim, jadi
untuk apa kalo kita hanya pintar dalam hal material yang mengharapkan indeks
prestasi kumulatif (IPK) mencapai 4,00 tetapi kita tidak punya basic kemampuan
untuk mereaksikan materi itu ke dalam kehidupan masyarakat, sepertinya itu
lebih mirip dengan robot yang jago menyelesaikan soal tetapi pasif dalam
menghadapi hal kehidupan .Jika dianalogikan misalnya kita pandai dalam menulis
hal resep masakan, tetapi kita tidak punya keahlian dalam memasak, jadi
bagaimana kita bisa mereaksikan sebuah resep itu menjadi sebuah output, oke itu
untuk hal skill. Untuk hal penalaran kita sebagai mahasiswa juga harus aktif di
dalam kehidupan masyarakat, jangan jadi mahasiswa yang kupu-kupu (kuliah
pulang-kuliah pulang), apa mahasiswa seperti itukah yang diperlukan oleh bangsa
kita sebagai generasi penerus? Sudah pasti jawabannya TIDAK. Mahasiswa mesti
peduli dengan masalah-masalah terjadi yang di lingkungan sosial dan mencoba
menanggulanginya. Kata dari menanggulangi tidak harus berupa fisik, tapi bisa saja
kan kita menyumbang pikiran atau aspirasi kita untuk menyelesaikannya melalui
media-media yang tersedia. Bagi-bagi para mahasiswa di Indonesia, tunjukanlah
etika kita sebagai mahasiswa yang baik dan peduli bangsa. Jangan ke kampus
hanya modal nampang saja dan sering bolos. Ingat kawan kuliah itu mahal kuliah
itu gak murah. Bersyukurlah kita bisa menikmati bangku perkuliahan walaupun
kuliah itu banyak tugas-tugasnya, karena banyak diluar sana teman-teman kita
yang cita-cita mau kuliah tapi terhalang karena biaya. Dan satu lagi tetap
semangat, karena sukses itu akan datang dari mana saja apabila kita berdoa dan
berusaha. Sekian dulu tulisan saya ini, semoga ada sedikit manfaatnya, karena
saya kurang expert dalam hal menulis jadi mohon maaf apabila ada kesalahan kata
yang kurang berkenan kiranya. Keep spirit! Keep cheer up ! Thank You. Salam
Mahasiswa!! J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar